News  

Indeks Pembangunan Manusia 17 Kabupaten/Kota di Sultra 2025, Siapa Terendah?

Ilustrasi indeks pembangunan manusia (IPM). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis indeks pembangunan manusia (IPM) 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara (Sultra). Siapa terendah dan tertinggi?

Untuk IPM tertinggi yakni Kota Kendari dan sedangkan terendah Kabupaten Buton Tengah. Berdasarkan data di website BPS Sultra yang dilihat, Selasa (12/5/2026), IPM Sultra sendiri berada di angka 74,25 di tahun 2025. Angka itu naik 0,63 dari tahun sebelumnya yakni 73,62.

Secara nasional, IPM Sultra berada di posisi ke-23 dan di posisi pertama ditempati DKI Jakarta dengan angka 85,05. IPM Indonesia sendiri berada di angka 75,90.

Untuk diketahui, IPM adalah ukuran yang digunakan untuk melihat kualitas hidup masyarakat di suatu daerah. IPM disusun dari tiga indikator utama, yaitu umur panjang dan hidup sehat, tingkat pendidikan, serta standar hidup yang layak.

Melalui IPM, pemerintah dapat menilai sejauh mana pembangunan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Dalam pembangunan daerah, IPM menjadi salah satu indikator penting yang digunakan pemerintah untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Semakin tinggi nilai IPM, semakin baik pula capaian pembangunan manusia di wilayah tersebut.

Perbedaan capaian IPM antarwilayah tersebut menggambarkan adanya variasi dalam akses dan kualitas layanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, serta kondisi ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.

Angka harapan hidup saat lahir di Sultra sendiri sebesar 72,06 dan harapan lama sekolah 13,72. Rata-rata lama sekolah sebesar 9,56 dan pengeluaran ril per kapita 10.992.

Berikut data lengkap IPM 17 kabupaten/kota di Sultra yang terakhir diupdate BPS Sultra pada 12 Februari 2026.

  • Kabupaten Bombana: IPM 2025 (69,54), naik 0,69 dari tahun 2024 (68,85).
  • Kabupaten Buton: IPM 2025 (70,22), naik 0,50 dari tahun 2024 (69,72).
  • Kabupaten Buton Selatan: IPM 2025 (68,54), naik 0,50 dari tahun 2024 (68,04).
  • Kabupaten Buton Tengah: IPM 2025 (68,39), naik 0,81 dari tahun 2024 (67, 58).
  • Kabupaten Buton Utara: IPM 20225 (71,29), naik 0,54 dari tahun 2024 (70,75).
  • Kabupaten Kolaka: IPM 2025 (76,92),naik 0,72 dari tahun 2024 (76,20).
  • Kabupaten Kolaka Timur: IPM 2025 71,19, naik 0,87 dari tahun 2024 (70,32).
  • Kabupaten Kolaka Utara: IPM 2025 (72,37), naik 0,62 dari tahun 2024 (71,75).
  • Kabupaten Konawe: IPM 2025 (75,09), naik 0,69 dari tahun 2024 (74.50).
  • Kabupaten Konawe Kepulauan: IPM 2025 (69,39), naik 0,62 dari tahun 2024 (68,77).
  • Kabupaten Konawe Selatan: IPM 2025 (72,32), naik 0,81 dari tahun 2024 (71,51).
  • Kabupaten Konawe Utara: IPM 2025 (73,42), naik 0,71 dari tahun 2024 (72,71).
  • Kota Baubau: IPM 2025 (80,29), naik 0,68 dari tahun 2024 (79.61).
  • Kota Kendari: IPM 2025 (86,36), naik 0,39 dari tahun 2024 (85,97).
  • Kabupaten Muna: IPM 2025 (72,23), naik 0,73 dari tahun 2024 (71,50).
  • Kabupaten Muna Barat: IPM 2025 (69,18), naik 0,45 dari tahun 2024 (68,73).
  • Kabupaten Wakatobi: IPM 2025 (72,59), naik 0,56 dari tahun 2024 (72,03).

Editor: Redaksi

error: Content is protected !!