Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bergerak cepat menyikapi kenaikan inflasi pada Juni 2026. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemerintah menggelar rapat koordinasi untuk menyusun langkah strategis menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan pasokan di pasaran.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, berlangsung di Ruang Rapat Sekda, Rabu (8/7/2026), dan dihadiri jajaran TPID bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Pertamina Sulawesi Tenggara.
Dalam rapat tersebut, TPID mengevaluasi perkembangan inflasi berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kendari selama Juni 2026.
“Evaluasi difokuskan pada komoditas yang paling besar memicu kenaikan inflasi sebagai dasar penyusunan langkah pengendalian yang lebih efektif,” ujar Sekda Kendari, Amir Hasan.
Selain itu, rapat juga membahas kondisi pasokan bahan kebutuhan pokok serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan stabilitas harga di masyarakat.
“TPID Kota Kendari mendorong seluruh instansi terkait untuk memperkuat pengawasan terhadap pergerakan harga di pasar, memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap lancar, serta mengantisipasi potensi gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sales Area Manager Retail Pertamina Sulawesi Tenggara menyatakan komitmennya untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Kota Kendari.
Langkah itu diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pengendalian inflasi.
Pemerintah Kota Kendari menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dengan koordinasi yang berkelanjutan, laju inflasi diharapkan dapat dikendalikan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi Kota Kendari terus berlanjut.
Editor: Redaksi








