Jaksa Tuntut Mantan Bupati Busel La Ode Arusani 10 Tahun Penjara


Kendari - Tim Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton menunut mantan Bupati Buton Selatan (Busel) La Ode Arusani sepuluh tahun penjara plus denda dalam perkara korupsi studi kelayakan Bandara dan Pariwisata di Kecamatan Kadatua, Busel, Tahun Anggaran 2020.
Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang lanjutan yang digelar di ruang sidang tindak pidana korupsi Pengadilan Kelas 1A Kendari pada Senin, 3 Juni 24.
Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu dipimpin oleh Arya Putra Negara K selaku Hakim Ketua, serta Muhammad Rutabuz Zaman dan Wahyu Bintoro selaku Hakim Anggota.
Selain Arusani, jaksa juga membacakan tuntutan kepada empat terdakwa lain di kasus yang sama, yakni Endang Siwi Handayani, Abdul Rahman, Erick Octora Hibali Silondae, dan Ahmad Ede.
Kelima terdakwa dituntut dengan pidana penjara dan denda berbeda-beda. Berikut tuntutan jaksa seperti yang dirilis Kepala Seksi Intelijen Kejari Buton, Norbertus Dhendy, pada Selasa (4/6).
La Ode Arusani
Dia dituntut dengan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan tuntutan pidana penjara selama 10 tahun.
Kemudian, dia dituntut pidana denda sebesar Rp 500 juta subsidair pidana pengganti enam bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp 403 juta subsidair pidana penjara lima tahun.
Ahmad Ede
Dituntut dengan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan tuntutan pidana penjara 8 tahun.
Dia juga dituntut pidana denda sebesar Rp 500 juta subsidair pidana pengganti 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp 484 subsidair pidana penjara empat tahun.
Abdul Rahman
Dituntut dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan tuntutan pidana penjara 4 tahun.
Pidana denda sebesar Rp 100 juta subsidair pidana pengganti tiga bulan kurungan, menyatakan uang kerugian negara sebesar Rp 10 juta agar disetorkan ke kas negara.
Endang Siwi Handayani
Dituntut dengan Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP dengan tuntutan pidana penjara 7 tahun.
Lalu pidana denda sebesar Rp 500 juta subsidair pidana pengganti 6 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp 534 juta subsidair pidana penjara 3 tiga tahun 6 bulan.
Erick Octora Hibali Silondae
Dituntut Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP dengan tuntutan pidana penjara satu tahun enam bulan. Pidana denda sebesar Rp 100 juta subsidair pidana pengganti tiga bulan kurungan penjara.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaCIMB Niaga Beri Kemudahan Nasabah di Kendari Melalui Layanan Digital
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







