JATI Desak Kejagung Usut Dugaan Penjualan Nikel Barang Bukti di IUP PT Bososi Pratama


Jakarta - Jaringan Advokasi Tambang Indonesia (JATI) Wilayah Sulawesi Tenggara mendesak Kejaksaan Agung RI untuk menyelidiki dugaan pengangkutan dan penjualan kargo ilegal yang diduga merupakan barang bukti kejahatan pertambangan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bososi Pratama di Konawe Utara (Konut).
Direktur Eksekutif JATI Sultra, Enggi Indra Syahputra, mengatakan dugaan tersebut menguat berdasarkan hasil investigasi data dan informasi yang telah dikumpulkan pihaknya.
Dari temuan tersebut, JATI menilai ada indikasi keterlibatan oknum tertentu dalam upaya pengangkutan dan penjualan kargo yang seharusnya berstatus sebagai barang bukti.
“Setelah melakukan investigasi, kami menemukan data dan informasi yang mengarah pada dugaan pengangkutan ore nikel ilegal di dalam wilayah IUP PT Bososi Pratama,” ujar Enggi kepada media ini, Sabtu (24/1).
Menurutnya, persoalan yang terjadi di PT Bososi Pratama tidak hanya berkaitan dengan dugaan pelanggaran pidana pertambangan, tetapi juga menyangkut masalah administrasi yang dinilai bermasalah dan belum tertangani secara serius.
Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya menjadi perhatian utama Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Masalahnya bukan satu atau dua. Mulai dari carut-marut administrasi hingga dugaan pengangkutan dan penjualan ore nikel yang diduga merupakan barang bukti kejahatan pertambangan,” jelasnya.
JATI juga secara tegas meminta Kementerian ESDM RI untuk membekukan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Bososi Pratama sampai seluruh persoalan hukum dan administrasi dinyatakan selesai dan jelas.
Enggi menegaskan, Kementerian ESDM melalui Gakkum Minerba seharusnya turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Ia menilai, langkah penghentian sementara kegiatan operasi menjadi penting guna mencegah potensi kerugian negara yang lebih besar.
“Kementerian ESDM harus melihat realitas yang terjadi di PT Bososi Pratama. Jika perlu, Gakkum Minerba turun langsung ke lapangan. Aktivitas pertambangan harus dihentikan sementara dan RKAB-nya dibekukan sampai semua persoalan tuntas,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPT Sinar Putra Mahaba: Ditolak Warga hingga Diduga Pakai Solar Subsidi untuk Operasional Proyek di Muna
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







