Daerah  

KADIN Lirik Potensi Blue Economy Buteng, Budidaya Lobster hingga Pariwisata Jadi Incaran

Bupati Buton Tengah, Azhari saat menyambangi KADIN Indonesia guna memaparkan potensi transmigrasi maritim (transmarine) Buteng. Foto: Dok. Istimewa.

Buton Tengah – Potensi ekonomi biru (blue economy) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) mulai menarik perhatian Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia.

Sektor budidaya perikanan dan pariwisata dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

Bupati Buteng, Azhari, mengatakan KADIN Indonesia tertarik mengembangkan sejumlah komoditas unggulan, seperti budidaya lobster, ikan teri, rumput laut, hingga sektor pariwisata.

Ketertarikan tersebut muncul setelah potensi kawasan transmigrasi maritim (transmarine) Buteng menjadi salah satu topik pembahasan antara Kementerian Transmigrasi dan KADIN Indonesia di Jakarta.

“KADIN Pusat melihat Buton Tengah memiliki potensi besar untuk dikembangkan, terutama pada sektor budidaya lobster, ikan teri, rumput laut, serta pariwisata,” ujar Azhari.

Menurutnya, pembahasan tersebut ditindaklanjuti melalui pertemuan dengan salah satu Wakil Ketua Kadin Indonesia, Sarmila, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang investasi di sektor perikanan dan menyepakati rencana pemaparan potensi investasi Buteng di hadapan konsorsium investor setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain itu, KADIN Indonesia juga membuka peluang mengirimkan tim ke Buteng untuk meninjau langsung potensi investasi sekaligus menggerakkan jejaring pelaku usaha dalam mendukung pengembangan budidaya lobster, ikan teri, rumput laut, serta komoditas perikanan unggulan lainnya.

Azhari menegaskan, Pemkab Buteng terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha guna memperkuat pengembangan ekonomi biru sekaligus meningkatkan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Pemkab Buton Tengah berkomitmen membangun kemitraan dengan dunia usaha untuk mengoptimalkan potensi ekonomi biru dan pariwisata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam waktu dekat, sejumlah investor yang bergerak di bidang perhotelan dan industri rumput laut juga dijadwalkan mengirimkan tim guna melihat langsung peluang investasi di daerah tersebut.

Menurut Azhari, pengembangan ekonomi biru merupakan langkah strategis untuk mendorong diversifikasi ekonomi Sulawesi Tenggara di tengah keterbatasan sumber daya mineral.

“Pemerintah daerah siap menyambut investor dan membangun kerja sama yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian daerah,” pungkasnya.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!