Kendari – Insiden tenggelamnya kapal cepat KM Maligano Star yang melayani rute Raha–Maligano kembali menyorot lemahnya aspek keselamatan pelayaran di perairan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kapal tersebut karam di perairan Desa Pohorua pada Minggu (1/2) sekitar pukul 17.30 Wita, saat kondisi cuaca dilaporkan memburuk.
Kepolisian Resor (Polres) Muna memastikan seluruh penumpang dan awak kapal berhasil selamat dari kejadian yang nyaris menelan korban jiwa tersebut.
Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Muna Iptu Muhammad Jufri, saat dikonfirmasi di Kendari, Minggu malam, menjelaskan bahwa kapal mengalami insiden serius ketika melintasi perairan Kecamatan Maligano di tengah terpaan angin kencang dan gelombang tinggi.
“Seluruh penumpang yang berjumlah 28 orang serta empat kru kapal, termasuk motoris, dinyatakan selamat dan telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis,” katanya.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, kapal mulai kehilangan kendali setelah air laut masuk ke kamar mesin. Kondisi tersebut menyebabkan mesin mati total, membuat kapal tidak mampu bermanuver menghadapi gelombang hingga akhirnya karam dan tenggelam.
Situasi darurat itu memaksa penumpang dan kru bertahan di laut sebelum akhirnya dievakuasi oleh warga dan petugas yang datang ke lokasi.
Selain membahayakan keselamatan manusia, insiden tersebut juga menimbulkan kerugian materiil. Polisi mencatat sedikitnya delapan unit sepeda motor milik penumpang ikut tenggelam bersama badan kapal di sekitar Tanjung Desa Pohorua.
“Hingga saat ini 22 korban dilaporkan dalam kondisi stabil setelah ditangani di Puskesmas Maligano, sementara dua orang lainnya masih mendapatkan bantuan oksigen akibat mengalami sesak napas saat kejadian, dan yang lainnya sudah dalam keadaan baik,” ujarnya.
Polisi juga mengingatkan potensi bahaya lanjutan mengingat kondisi cuaca di wilayah pesisir Muna masih belum sepenuhnya stabil.
“Kami meminta para nelayan dan motoris kapal untuk selalu memperhatikan standar keselamatan pelayaran serta memantau informasi cuaca resmi demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kelayakan kapal, izin pelayaran, serta prosedur keberangkatan saat cuaca buruk, sementara aparat kepolisian masih melakukan pendalaman atas insiden tersebut.
Editor: Redaksi








