Kasus Bullying SMP Konawe, Guru Diduga Ikut Jadi Pelaku dan Tekan Korban

Ilustrasi perundungan anak. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe – Dugaan kasus perundungan (bullying) di SMP Negeri 2 Sampara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menyeret seorang guru berinisial II. Bukannya mendamaikan siswa, oknum guru ini justru diduga ikut menjadi pelaku, bahkan melontarkan kalimat bernada ancaman di grup WhatsApp kelas.

“Kita lihat saja apakah bisa nyaman hidupnya kalau mereka hanya bertiga,” ungkap sepupu korban, Ica, saat membacakan isi chat guru II, Sabtu (20/9) malam.

Ica menjelaskan, kasus bermula ketika NM, siswi SMPN 2 Sampara, memilih tetap berteman dengan seorang murid yang tidak disukai teman-teman sekelasnya. Keputusan itu membuat NM ikut dikucilkan.

“Ini anak murid cewek dia dimusuhi karena permasalahan anak-anak pada umumnya. Awalnya satu orang yang tidak suka, terus itu yang tidak suka dia pergi cerita sama teman-temannya yang lain dan sama gurunya. Sehingga ini murid tidak disukai satu kelas. Tapi korban (NM) ini dia tetap tegur dan bertemankan ini murid yang tidak disuka,” jelasnya.

Ironisnya, guru II yang seharusnya menjadi penengah justru dituding memperburuk keadaan. Orang tua korban yang mengetahui kejadian ini langsung mendatangi sekolah pada Senin (22/9), namun pertemuan dinilai tidak menghasilkan penyelesaian yang jelas.

“Ini gurunya lain ditanya lain dijawab, terus dia tidak minta maaf sama ini sepupuku, kepseknya dia minta damai dan hapus isinya itu grup dan paksa satu siswa yang diduga sebagai pemicu itu untuk minta maaf kepada korban,” tegas Ica.

Lebih mengejutkan, saat melihat NM datang ke sekolah bersama ibunya, guru II disebut langsung melontarkan pertanyaan yang menambah tekanan bagi korban.

“Reaksinya itu guru pas liat sepupuku datang sama mamanya langsung dia tanya kenapa datang sama mamamu, mau pindahkah?” bebernya.

Hingga berita ini diterbitkan, guru II belum memberikan tanggapan atas dugaan bullying yang menyeret namanya. Upaya konfirmasi media ini melalui pesan dan panggilan WhatsApp pribadi tak kunjung direspons.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!