Kasus Umrah Ilegal, Polda Sultra Tetapkan GM dan AN Jadi Tersangka


Kendari - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bergerak cepat mengusut tuntas kasus dugaan penyelenggaraan ibadah umrah ilegal.
Melalui Subdit II, pihak kepolisian resmi menetapkan dua orang berinisial GM dan AN sebagai tersangka.
Kedua pelaku dijerat atas dugaan tindak pidana penyelenggaraan ibadah umrah tanpa izin resmi, penipuan, serta penggelapan uang para calon jemaah.
Penetapan status tersangka ini diputuskan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara secara mendalam di Aula Ditreskrimum Polda Sultra.
Kasus ini sendiri mencuat berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/A/6/II/2026/SPKT/Polresta Kendari/Polda Sultra yang masuk sejak 27 Februari 2026 lalu.
Sebelumnya, GM dan AN sempat dipanggil dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik dengan status sebagai saksi.
Namun, setelah mengantongi alat bukti yang cukup dan memenuhi unsur pidana, polisi akhirnya menaikkan status hukum keduanya menjadi tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sultra, Kombes Pol Wisnu Wibowo melalui Kasubdit II Ditreskrimum Kompol Herie Pramono membenarkan adanya peningkatan status hukum terhadap kedua terlapor tersebut.
Kompol Herie Pramono menjelaskan bahwa setelah penetapan tersangka ini, tim penyidik telah menyusun rentetan rencana tindak lanjut untuk merampungkan berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke meja hijau.
Langkah taktis yang akan diambil kepolisian meliputi melakukan pemanggilan resmi dan pemeriksaan perdana terhadap GM dan AN dalam kapasitasnya sebagai tersangka.
Lalu melakukan koordinasi secara intensif dan berkelanjutan dengan pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
Kemudian terus melakukan pendalaman guna menambah alat bukti baru demi memperkuat unsur pasal yang disangkakan.
Pihak Polda Sultra menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus berjalan secara profesional dan transparan untuk membuat terang tindak pidana yang terjadi, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang dirugikan.
Sebelumnya kasus tersebut mencuat setelah sebanyak 218 calon jemaah umrah dilaporkan gagal diberangkatkan pada 20 Februari 2026, sehingga menimbulkan kerugian besar dan keresahan di masyarakat.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaTerekam CCTV, Pria Berhelm Hitam Gondol Sekarung Beras di Kios Warga Konawe
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







