Kejagung Periksa Eks Bupati Konawe Utara Terkait Dugaan Korupsi Izin Tambang


Kendari - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut dugaan korupsi pemberian izin usaha pertambangan di Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam proses penyidikan tersebut, mantan Bupati Konawe Utara, Aswad Sulaiman, telah dimintai keterangan oleh penyidik.
Hal itu diungkapkan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi. Ia membenarkan bahwa Aswad Sulaiman sudah pernah diperiksa terkait perkara tersebut.
“Sudah, sudah pernah (diperiksa),” ujar Syarief kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (14/1) dikutip dari RMOL.id.
Syarief menjelaskan, pemeriksaan terhadap Aswad dilakukan di Kendari, Sulawesi Tenggara. Meski demikian, ia belum membeberkan waktu pasti pemeriksaan maupun materi yang didalami oleh penyidik.
Saat ini, penyidikan masih berfokus pada pendalaman dokumen perizinan. Kejagung juga melakukan pencocokan data dengan Kementerian Kehutanan, sekaligus menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang tengah dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Masih kita pelajari dokumennya dan bersamaan sedang dilakukan perhitungan kerugian negara di BPKP,” jelasnya.
Diketahui, perkara dugaan korupsi izin tambang di Konawe Utara sebelumnya sempat ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi sejak 2017, dengan Aswad Sulaiman sebagai salah satu tersangka. Namun, kasus tersebut dihentikan pada Desember 2024.
Penanganan perkara kemudian diambil alih Kejaksaan Agung dan dinaikkan ke tahap penyidikan sejak Agustus 2025. Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, pada akhir Desember 2025.
Kasus ini diduga berkaitan dengan penerbitan izin usaha pertambangan di wilayah yang masuk kawasan hutan lindung, dengan rentang waktu kejadian antara 2013 hingga 2025. Hingga saat ini, Kejaksaan Agung belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaGudang dan Conveyor PT OSS Segera Dieksekusi, PN Unaaha Buka Ruang Mediasi
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







