Kejati Sultra Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Korupsi Tambang PT AMIN


Kendari - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi pertambangan PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN). Dalam pengembangan perkara jilid III, penyidik telah menetapkan tiga tersangka baru berinisial A, IG, dan AG.
Pengembangan kasus tersebut ditandai dengan pemeriksaan terhadap terpidana PT AMIN, Posaline Dewi, pada Selasa (14/7). Posaline tiba di Kantor Kejati Sultra sekitar pukul 11.37 Wita dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.
Sebelumnya, Posaline Dewi telah divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Selain pidana penjara, ia juga dijatuhi denda sebesar Rp 200 juta serta diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 5,6 miliar.
Asisten Intelijen Kejati Sultra, Muhammad Ilham, mengatakan pemeriksaan terhadap Posaline dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan perkara PT AMIN Jilid III.
"Terpidana perkara PT AMIN (Posaline Dewi) kita periksa kembali sebagai saksi dalam perkara PT AMIN Jilid III," ujar Muhammad Ilham, Selasa (14/7) dilansir dari Anoatimes.
Menurutnya, keterangan Posaline dibutuhkan untuk melengkapi penyidikan terkait tiga tersangka baru yang telah ditetapkan oleh penyidik.
"Untuk tersangka A, IG, dan AG," singkatnya.
Diketahui, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kendari sebelumnya telah menjatuhkan vonis kepada sembilan terdakwa dalam perkara korupsi PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN).
Kesembilan terpidana tersebut yakni mantan Kepala Syahbandar Supriadi Ibrahim, Inspektur Tambang Asran, Direksi PT AMIN Mohammad Machrusy dan Mulyadi.
Kemudian, Direksi PT Babarina Putra Bersaudara (BPB) Erick Subagyo, Direksi PT Pandu Citra Mulia (PCM) HH dan HP, serta Posaline Dewi dan Roby Muharam.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPekerja Rentan di Kendari Bakal Dapat Perlindungan BPJS, Pemkot Susun Perda Baru
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







