Kemenag Imbau Warga Sultra Tunda Umrah hingga Situasi Timur Tengah Kondusif


Kendari - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat untuk menunda rencana perjalanan ibadah umrah hingga situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali kondusif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Lalan Jaya mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah preventif guna menjamin keselamatan jemaah menyusul adanya eskalasi konflik di kawasan tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya calon jamaah umrah dari Sulawesi Tenggara, agar menunda atau menjadwalkan ulang perjalanan hingga situasi di Timur Tengah benar-benar aman,” kata Lalan Jaya dikutip dari Antarasultra, Sabtu (7/3).
Ia menjelaskan, penundaan ini juga selaras dengan arahan pemerintah pusat terkait kewaspadaan perjalanan internasional.
Langkah tersebut diambil untuk menghindari potensi kendala operasional, seperti pembatalan maupun penundaan jadwal penerbangan.
Menurut laporan yang diterima, sejumlah negara di sekitar Arab Saudi seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah telah menutup sementara ruang udara mereka.
Sementara itu, Arab Saudi, Oman, Yordania, dan Lebanon masih membuka penerbangan secara terbatas dengan status kewaspadaan tinggi.
Meski demikian, Lalan Jaya memastikan kondisi di wilayah Arab Saudi saat ini masih relatif kondusif. Aktivitas masyarakat disebut tetap berjalan normal dengan pengamanan yang diperketat.
Sebagai langkah antisipasi, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah telah menyiagakan tiga tim yang bertugas secara bergiliran di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal Haji untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.
“KUH Jeddah juga terus memperkuat koordinasi dengan maskapai penerbangan dan penyelenggara perjalanan umrah untuk memastikan penanganan cepat bagi jamaah yang mungkin terdampak perubahan jadwal,” ujarnya.
Bagi jamaah asal Sultra yang saat ini sudah berada di Tanah Suci, Kemenag mengimbau agar tetap tenang, fokus menjalankan ibadah, serta selalu mengikuti instruksi dan informasi resmi dari perwakilan Pemerintah Indonesia.
“Masyarakat juga diminta untuk selektif dalam menerima informasi dan tidak mudah mempercayai berita yang belum terverifikasi kebenarannya terkait kondisi keamanan di Timur Tengah,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDarwin Perintahkan Fraksi Golkar DPRD Kendari Kawal Aspirasi Perbaikan Jalan di Abeli
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







