Berita  

Kemendikbud Apresiasi Dikbud Sultra Angkat Guru Penggerak jadi Kepsek

Direktur SMK Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto. Foto: Dok. Sultranesia.com.

Kendari – Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengapresiasi Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Sulawesi Tenggara (Sultra), Yusmin, yang mengangkat sekitar 20 guru penggerak menjadi kepala sekolah.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur SMK Kemendikbudristek, Wardani Sugiyanto, saat hadir dalam launcing program pakaian seragam sekolah yang dijahit siswa SMK di Hotel Plaza Inn Kendari, pada Rabu (10/5).

Menurut Wardani, apa yang dilakukan oleh Kadisdikbud Sultra sesuai dengan harapan Kemendikbudristek.

“Jadi Kemendikbudristek itu menyediakan, membimbing, mempersiapkan guru penggerak sebagai motivator di tiap-tiap daerah, nah harapannya mereka bisa diangkat jadi kepala sekolah, jadi pengawas, jadi kepala dinas itu orang-orang dari guru penggerak,” kata Wardani.

“Karena mereka (guru penggerak) ini kita siapkan sesuai dengan konsep merdeka belajar,” sambungnya.

Menurut Wardani, dilihat dari prestasenya, Dikbud Sultra merupakan salah satu dinas pendidikan yang paling banyak mengangkat guru penggerak sebagai kepala sekolah dari seluruh daerah di Indonesia.

“Dilihat dari persentase (guru penggerak yang diangkat jadi kepala sekolah di Sultra) termasuk paling tinggi di Indonesia. Karena kita kan hanya ada 172 SMK, tapi di sini sudah ada 20 kepala sekolahnya dari guru penggerak, itu lebih dari 10 persen. Itu bagus sekali,” pungkasnya.

Diketahui, baru-baru ini Dikbud Sultra melakukan mutasi dan rotasi ratusan kepala sekolah di Bumi Anoa. Rotasi dan mutasi itu dilakukan setelah sebelumnya Dikbud melakukan assessment bagi kepala-kepala sekolah.

Assessment dilakukan oleh lembaga independent dan terdaftar secara sah sebagai lembaga assessment, hasil dari assessment tersebut itulah yang menjadi rujukan Dikbud Sultra dalam merotasi dan mutasi kepala-kepala sekolah.

Dan dalam mutasi-rotasi kepala sekolah itu, sekitar 20 lebih guru penggerak lolos, dan langsung diangkat menjadi kepala sekolah di beberapa daerah.


Editor: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!
Exit mobile version