Berita  

Kendari Lampaui Target Nasional Program Cek Kesehatan Gratis

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berhasil melampaui target nasional pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sejak awal 2025.

Program nasional yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo tersebut menargetkan setiap pemerintah daerah mampu melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis minimal kepada 36 persen dari total penduduknya.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengungkapkan bahwa, sejak program ini dimulai pada awal 2025, capaian Kota Kendari telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Program nasional Bapak Presiden itu cek kesehatan gratis. Target nasionalnya mewajibkan setiap pemerintah daerah melaksanakan program ini minimal 36 persen dari total penduduk,” ujar Siska saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari, Minggu (15/3) sore.

“Alhamdulillah, Kota Kendari mampu melaksanakan program ini bahkan melampaui target, sampai 73 persen sekian,” sambungnya.

Pemkot Kendari menargetkan capaian program Cek Kesehatan Gratis terus meningkat pada tahun 2026. Siska menyebut target baru yang dipasang mencapai 90 persen dari total penduduk.

Untuk mewujudkan target tersebut, Pemkot Kendari akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Kendari.

“Tentu target kami kalau bisa sampai 90 persen tahun ini. Dan tentu butuh dukungan, termasuk teman-teman dari IDI Kota Kendari,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menyediakan program pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat. Program ini mulai berjalan sejak Februari 2025.

Pemeriksaan kesehatan gratis dilaksanakan di seluruh Puskesmas di Indonesia, termasuk di Kota Kendari.

Layanan ini mencakup skrining diabetes, hipertensi, kanker, pemeriksaan indera, serta berbagai pemeriksaan kesehatan lainnya yang disesuaikan dengan kelompok umur masyarakat.


Editor: Wiwid Abid Abadi.

error: Content is protected !!