Muna Barat – Suasana rapat paripurna DPRD Muna Barat, Senin (8/9), sempat memanas. Ketua DPRD, La Ode Rafiudin, meluapkan kekesalannya di hadapan seluruh anggota dewan, jajaran eksekutif, hingga Bupati Muna Barat.
Kemarahannya bukan soal anggaran, melainkan soal simbol penghormatan jabatan yang ia nilai telah diabaikan.
“Hanya di DPRD ini terhormat, tapi diluar dari ini tidak,” tegas Rafiudin dengan nada tinggi saat membuka rapat paripurna penetapan APBD Perubahan 2025.
Kemarahan Rafiudin berawal dari pengalaman pribadinya dalam sebuah acara Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Dalam acara itu, protokoler mendahulukan pemanggilan nama Sekretaris Daerah (Sekda) ketimbang Ketua DPRD. Ironinya, pejabat yang dipanggil lebih dulu itu justru tidak hadir.
“Saya sudah diundang disitu, yang lebih duluan dihormati Sekda, padahal sesungguhnya saya duluan. Yang lebih parah lagi, Sekda tapi tiada orangnya,” ucapnya kesal.
Ia menilai marwah DPRD sebagai lembaga yang sejatinya setara dengan eksekutif kini kian tergerus, bahkan dalam forum resmi.
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, yang hadir dalam paripurna tak tinggal diam. Ia menanggapi langsung di forum yang sama dengan nada serius.
“Saya minta agar itu yang terakhir kalinya acara seperti itu terjadi di Muna Barat,” tegas Darwin.
Menurutnya, protokoler harus lebih peka terhadap tata penghormatan jabatan. Ia menegaskan penghargaan bukan hanya soal pribadi, tetapi simbol posisi yang harus dijaga dalam etika pemerintahan.
“Ini menjadi suatu catatan bentuk penghargaan kita terhadap jabatan. Itu sesuatu yang kita harus beri penghargaan khusus. Jangan dianggap sesuatu hal yang biasa-biasa saja. Tapi dijadikan acuan dalam memahami posisi dan jabatan masing-masing orang,” jelas Darwin.
Ia pun mengingatkan pentingnya peran DPRD yang telah memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Jangan sampai terjadi lagi. Anggota DPRD sudah berjuang setengah mati, luar biasa, tiba-tiba biar dihormati tidak. Itu yang menjadi ketersinggungan. Kita ini adalah mitra. Saya minta untuk dijadikan perhatian khusus. Kalau saya lebih peka,” tandasnya.
Meski dibuka dengan tensi tinggi, rapat paripurna yang dimulai sekitar pukul 11.00 WITA tetap berjalan sesuai agenda utama: penetapan APBD Perubahan 2025. Hadir dalam forum tersebut hampir seluruh anggota DPRD, serta para kepala OPD.
Editor: Redaksi








