Ketua KPI Soroti Kendala Pelaut Pemula di Sultra: Sekolah Maritim Jauh, MCU Mahal

Capt. Rahmat, Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Sultra sekaligus perwakilan ITF, saat memberikan keterangan terkait kendala yang dihadapi pelaut pemula di Kendari, Senin (4/8). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) sekaligus perwakilan International Transport Workers Federation (ITF) wilayah Sulawesi Tenggara, Capt. Rahmat, menyoroti berbagai hambatan yang dihadapi pelaut pemula di daerah ini.

Salah satu kendala utama adalah jauhnya akses pendidikan dan pengurusan sertifikat pendukung yang menjadi syarat wajib untuk dapat bekerja di kapal, baik dalam maupun luar negeri.

“Pelaut pemula di Sultra kesulitan melanjutkan ke sekolah tinggi maritim atau mengambil kursus sertifikat pendukung karena harus pergi ke Makassar atau Pulau Jawa. Ini sangat memberatkan, terutama bagi mereka yang ekonominya pas-pasan,” ujar Capt. Rahmat, Senin (4/8).

Ia juga menyoroti tingginya biaya medical check-up (MCU) di Kendari, yang dinilai tidak sebanding dengan kemampuan finansial para pelaut pemula.

“MCU di Kendari sangat mahal. Kami berharap pemerintah daerah, RS Bhayangkara, atau RSUD Bahteramas bisa menyediakan fasilitas MCU dengan standar nasional dan internasional, tetapi dengan harga yang terjangkau,” tegasnya.

Capt. Rahmat juga mendorong hadirnya investor di sektor penyaluran tenaga kerja pelaut atau crewing agency di Kendari.

Menurutnya, keberadaan crewing agency lokal yang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Ketenagakerjaan, BP3MI Sultra, dan KPI akan sangat membantu pelaut asal Sultra.

“Selama ini pelaut pemula asal Sultra harus ke Jakarta untuk mencari lowongan kerja luar negeri melalui agency crewing di sana. Kalau ada di Kendari, itu akan sangat membantu untuk membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, menekan kemiskinan, dan mendatangkan devisa bagi daerah,” pungkasnya.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!