Koalisi Besar Selamatkan Routa Terbentuk, Desak PT SCM Dirikan Smelter


Kendari - Sejumlah elemen yang terdiri dari masyarakat Routa, pengusaha lokal, lembaga swadaya masyarakat, lembaga mahasiswa, praktisi pertambangan, praktisi hukum, dan media membentuk koalisi besar bernama Save Routa atau Selamatkan Routa.
Koalisi ini resmi dibentuk pada Minggu, 8 Maret 2026, di salah satu kafe di Kota Kendari.
Pembentukan koalisi ini bertujuan untuk membantu masyarakat Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe khususnya, dan daerah Sulawesi Tenggara pada umumnya, dalam menghadapi hegemoni perusahaan tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang dinilai belum memberi dampak nyata bagi masyarakat maupun daerah.
"Alhamdulillah dari semua kelompok masyarakat, terutama keluarga dari Routa yang hadir dan beberapa kawan-kawan lembaga, semua sepakat bahwa Routa adalah sebuah aset, harta kekayaan yang dimiliki Sultra dan itu harus kita perjuangkan bersama," kata Koordinator Koalisi Besar Save Routa, Rusmin Abdul Gani, yang mewakili kalangan pengusaha lokal.
"Sehingga pertemuan hari ini menghasilkan kesepakatan membentuk koalisi besar Save Routa, atau Selamatkan Routa, karena sumber kekayaan itu harus dikelola dan dimanfaatkan untuk masyarakat Sultra," imbuhnya.
Sejumlah tuntutan pun disepakati dalam koalisi besar ini. Salah satunya adalah desakan agar PT SCM menepati janjinya untuk membangun smelter.
"Kita akan menuntut realisasi pembangunan smelter sesuai dengan dokumen proyek strategis nasional. Kedua, terkait pemberdayaan masyarakat," ujarnya.
Rusmin menyebut, selama kurang lebih empat tahun PT SCM beroperasi, perusahaan tersebut dinilai belum memberikan dampak sosial ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Routa khususnya, maupun masyarakat Bumi Anoa pada umumnya.
"Kurang lebih empat tahun beroperasi, PT SCM di sana sangat tidak memberi dampak sosial ekonomi ke masyarakat Routa, apalagi ke masyarakat Sultra secara umum. Terbukti kantor saja di ibu kota provinsi, di Kendari saja tidak ada. Inilah yang sedang diperjuangkan oleh koalisi besar ini," bebernya.
Ketua Umum PB Himpunan Pengusaha Tolaki Indonesia (HIPTI) ini menegaskan akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Sebab selama ini, kata Rusmin, masyarakat Routa berjuang sendiri tanpa mendapat tanggapan yang memadai.
Ia pun berharap masyarakat Sultra dapat membantu perjuangan tersebut, sebab potensi daerah yang dikeruk oleh PT SCM dinilai sudah sepatutnya memberi keuntungan bagi daerah.
"Kemanapun isu ini akan kita bawa, karena ini perjuangan kita bersama. Perjuangan ini bukan kali ini saja. Sebelumnya sudah dilakukan oleh masyarakat Routa, tapi selalu mandek. Makanya hari ini melalui koalisi besar ini kita perjuangkan dengan skala besar," tegasnya.
"Kita berharap melalui koalisi besar ini seluruh masyarakat Sultra mau membantu terkait masalah di Routa. Siapapun yang merasa warga Sultra dan merasa harta daerahnya dicuri serta tidak bermanfaat bagi daerah, mari bergabung di koalisi besar ini," pungkasnya.
Rafli dari Aliansi Masyarakat Routa Bersatu mengaku perjuangan mereka menyuarakan persoalan ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu.
"Perjuangan sudah dimulai sejak tahun lalu. Kalau janjinya itu dari 2019, tertuang dalam dokumen fisik Amdal yang menjadi notulen kesepakatan bersama antara PT SCM dengan masyarakat Routa. Masyarakat Routa menyerahkan wilayah Tamparanteu sebagai tempat untuk membangun smelter, namun janji itu hanya sekadar janji," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari mantan pimpinan tinggi PT SCM yang juga bergabung dalam koalisi, potensi sumber daya mineral di Kecamatan Routa disebut memiliki cadangan yang sangat besar, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia dan mengungguli sejumlah daerah penghasil mineral lainnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaEmpat Daerah di Sulawesi Tenggara Diguncang Gempa dalam Sehari
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







