Kendari – Kota Kendari resmi menjadi pusat perhatian para kepala daerah di kawasan Indonesia Timur. Rabu (3/6/2026), Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI resmi dibuka.
Mengusung tema besar “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur”, forum ini menjadi momentum krusial dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan kota-kota di Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Pembukaan Raker yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, dan sejumlah wali kota delegasi ini menyoroti posisi strategis Kota Kendari.
Dalam sambutannya, Hugua memberikan apresiasi tinggi atas capaian Kendari yang kini mulai dikenal di kancah global.
Keberhasilan Kendari menjadi tuan rumah bagi delegasi dari kawasan Asia Pasifik serta partisipasi aktif dalam United Cities and Local Governments (UCLG) membuktikan bahwa kota ini siap melangkah ke panggung dunia.
“Rekan-rekan dari Singapura dan Korea Selatan mengakui bahwa langkah yang dilakukan Kota Kendari merupakan bukti nyata menuju panggung dunia,” ujar Hugua.
Menurutnya, kota adalah episentrum pertumbuhan regional. Kemajuan Kendari akan berdampak positif bagi wilayah di sekitarnya, menjadikannya model bagi daerah lain dalam menerapkan *good governance* dan diplomasi antar kota.
Ketua APEKSI Komwil VI sekaligus Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengatasi tantangan nasional, terutama pengelolaan sampah.
Isu ini menjadi subtema prioritas yang dibahas dengan menghadirkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup.
“Kami ingin menghadirkan semangat dan solusi baru dalam penanganan sampah di kota masing-masing,” ungkap Siska. Selain itu, Rakerwil ini juga mematangkan enam kebijakan pokok APEKSI, termasuk advokasi regulasi, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, hingga konsolidasi organisasi.
Wakil Ketua I APEKSI Pusat, M. Tauhid Soleman, menegaskan bahwa Raker di Kendari adalah forum strategis sebelum membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional.
Para kepala daerah saat ini menghadapi tantangan kompleks, mulai dari tekanan ekonomi global, pembiayaan pegawai (PPPK), hingga pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Melalui APEKSI, para pemimpin kota diajak untuk berbagi praktik terbaik (best practices) guna mempercepat pembangunan. Dengan sinergi yang terbangun di Kendari, diharapkan lahir rekomendasi konkret yang akan dibawa ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI di Medan pada akhir Juni mendatang.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah tantangan fiskal, semangat kebersamaan pemimpin daerah di Indonesia Timur tetap kokoh untuk mewujudkan kota yang maju, tangguh, dan berkelanjutan.
Editor: Redaksi








