Kolaborasi HIPMI, SPKS, dan BPDP Dorong Revolusi Bibit Sawit Berkualitas di Sultra

Ketua BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha (kiri), Ketua SPKS, Sabaruddin (tengah), dan Kadis Perkebunan Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, usai pelatihan pembibitan sawit di Kendari, Kamis (24/7). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Pembibitan Sawit Skala UMKM dan Koperasi untuk Mendukung Akses Terhadap Bibit Sawit Berkualitas di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (24/7) di Kendari.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis memperluas akses pelaku usaha sawit terhadap bibit unggul dan bersertifikat, sekaligus mendorong terbentuknya unit pembibitan mandiri di tingkat petani dan koperasi.

Ketua BPD HIPMI Sultra, Triawan Rizbar Taha, menegaskan pentingnya pembibitan sebagai awal dari seluruh rantai produksi sawit.

“HIPMI berharap dengan adanya kegiatan ini akan lahir petani dan pengusaha sawit yang kompeten. Kita tidak hanya bicara produksi buah, tetapi mulai dari hulu, dari pembibitan, harus sudah ditangani oleh pelaku yang paham standar dan kualitas. Ini penting untuk keberlanjutan industri sawit kita,” ujarnya.

Triawan juga menyoroti potensi besar kelapa sawit sebagai investasi jangka panjang, terutama di Sultra yang masih memiliki banyak lahan tidur potensial.

“Setelah ditanam, sawit akan mulai berbuah dalam waktu sekitar empat tahun, dan terus menghasilkan selama 30 tahun ke depan. Di Sultra, masih banyak lahan tidur yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai kebun sawit. Tapi semua harus dimulai dari bibit yang berkualitas,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Provinsi Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menyambut positif inisiatif ini. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 11.337 kepala keluarga di Sultra yang terlibat dalam budidaya kelapa sawit.

“Petani dan kelompok tani merupakan poin penting dalam desain besar penguatan industri kelapa sawit Indonesia. Tak hanya petani secara individual, tetapi kelembagaan yang menaungi petani menjadi sangat penting dalam program-program pertanian yang menguntungkan petani,” jelasnya.

Menurut Rusdin, mayoritas pelaku usaha kelapa sawit di Sultra masih berskala kecil, seperti petani keluarga dan UMKM, sehingga dukungan terhadap kapasitas teknis, kelembagaan, dan akses bibit unggul sangat krusial.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung keberlanjutan sektor sawit, termasuk lewat program peningkatan kapasitas pelaku pembibitan sawit di Sultra.

“Kami percaya, dengan memperkuat peran UMKM dan koperasi dalam penyediaan bibit sawit berkualitas, maka produktivitas dan kesejahteraan petani sawit akan meningkat,” katanya.

Ketua Umum SPKS, Sabaruddin, menekankan pentingnya pelatihan untuk menciptakan pengelolaan budidaya kelapa sawit yang baik dan berkelanjutan.

“Industri perkebunan sawit menjadi salah satu pendorong tumbuhnya ekonomi kelompok dan UMKM sektor pertanian, sejak 5 tahun terakhir sektor kelapa sawit menjadi sumber penghasilan ekonomi bagi sebagian masyarakat di beberapa daerah,” jelasnya.

Sabaruddin juga menambahkan bahwa dukungan sektor perkebunan sawit, terutama dalam peningkatan produktivitas, pengoptimalan lahan, dan peningkatan sumber daya manusia, sangat diperlukan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi seperti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), PT Bina Sawit Makmur, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, serta PT Bakrie Sumatra Plantation. Materi yang disampaikan meliputi standar pembibitan, teknik seleksi benih unggul, dan pengelolaan unit usaha pembibitan skala kecil.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai mitra yang berkomitmen mengembangkan sawit rakyat secara inklusif dan berkelanjutan. BPD HIPMI Sultra berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan lebih banyak pembibit lokal yang akan mendorong kemandirian petani sawit di Bumi Anoa.

Pelatihan berlangsung selama dua hari dengan agenda praktik lapangan kunjungan ke PT Merbau, sebagai bagian dari upaya nyata menguatkan ekosistem sawit rakyat di Sultra.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!