Kendari – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Pemkab Konsel) melakukan kunjungan kerja ke Command Center Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Senin (9/3).
Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari sistem pengelolaan layanan darurat Call Center 112 yang telah berjalan efektif di Kota Kendari.
Rombongan dipimpin langsung Kepala Dinas Kominfo Konsel, Annas Mas’ud, bersama sejumlah staf teknis. Kedatangan mereka disambut Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, di ruang Command Center Pemkot Kendari.
Annas Mas’ud mengatakan, kunjungan tersebut selain untuk menjalin silaturahmi antarinstansi juga bertujuan mempelajari secara langsung sistem pelayanan Call Center 112 yang telah lebih dulu diterapkan di Kota Kendari.
“Kunjungan kami ini dalam rangka silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman terkait pengelolaan layanan Call Center 112. Di Konsel sendiri layanan ini baru berjalan sekitar tiga bulan, sehingga kami ingin belajar dari pengalaman Kota Kendari yang sudah lebih dulu mengoperasikannya,” ujar Annas.
Ia menjelaskan, pihaknya ingin mengetahui berbagai strategi teknis dalam pengelolaan layanan darurat, termasuk cara menghadapi panggilan iseng atau prank call yang kerap menjadi tantangan dalam operasional layanan tersebut.
“Kami juga ingin mengetahui strategi mencegah prank call, termasuk bagaimana petugas menghadapi penelepon yang menggunakan bahasa tidak sopan atau bahasa daerah. Ini penting agar pelayanan tetap berjalan profesional,” jelasnya.
Selain berdiskusi, rombongan Kominfo Konsel juga melihat langsung proses kerja petugas Call Center 112 Kendari yang melayani laporan masyarakat secara bergantian.
Menurut Annas, dari pengamatan tersebut pihaknya juga memperoleh gambaran terkait sejumlah kendala yang dihadapi petugas di lapangan, salah satunya respons dari instansi terkait setelah laporan masyarakat diteruskan oleh operator.
“Petugas call center tentu sudah bekerja menerima dan meneruskan laporan masyarakat, namun kadang ada kendala ketika instansi terkait lambat merespons. Hal-hal seperti ini juga menjadi bahan pembelajaran bagi kami untuk memperkuat koordinasi di Konsel,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan pihaknya terbuka untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan layanan darurat Call Center 112.
“Kami tentu menyambut baik kedatangan Kominfo Konsel. Ini menjadi bagian dari kolaborasi antardaerah untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya layanan darurat kepada masyarakat,” ujarnya.
Sahuriyanto menjelaskan, keberhasilan operasional Call Center 112 di Kota Kendari tidak terlepas dari dukungan penuh pimpinan daerah, khususnya Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran.
“Call Center 112 di Kota Kendari mendapat dukungan langsung dari Wali Kota. Karena itu layanan ini bisa berjalan maksimal dengan petugas yang bekerja secara shift dan pelayanan yang aktif selama 24 jam,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh operasional layanan tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang ketat serta didukung koordinasi lintas sektor antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Kendari.
“Setiap laporan yang masuk harus ditindaklanjuti dengan cepat. Ini bisa berjalan karena koordinasi lintas sektor di Pemkot Kendari sudah aktif dan didukung MoU dengan masing-masing OPD yang diusulkan langsung oleh Wali Kota Kendari,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar








