KPU Sultra Pastikan TPS Pemilu 2024 Sudah Ramah Disabilitas


Kendari - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2024 sudah ramah pemyadang disabilitas.
Kepastian itu sampaikam Ketua KPU Sultra, Asril saat dikonfirmasi media ini, Jumat (12/1).
Asril mengatakan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan para disabilitas dalam menyalurkan hak suaranya pada Pemilu nanti.
Sebab, kata Asril, pemilih berasal dari latar belakang berbeda, namun punya hak suara yang sama dalam pesta demokrasi.
"Kedudukan kita sama. Tentu juga harus difasilitasi (penyandang disabilitas)," jelasnya.
Untuk itu, Asril menegaskan kepada jajarannya agar dalam proses pembuatan TPS harus diperhatikan keterjangakauannya, utamanya bagi para disabilitas.
"Kita dalam proses pembuatan TPS itu harus memastikan ramah terhadap mereka (disabilitas)," katanya.
"Harus mencari lokasi yang tanahnya datar. Untuk semua kalangan bisa dijangkau untuk masuk ke dalam TPS," pungkasnya.
DPT Disabilitas di Sultra
Sebanyak 15.660 penyandang disabilitas di Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024.
Angka tersebut mencapai 0,84 persen dari total DPT di Sulawesi Tenggara sebanyak 1.867.931 pemilih pada Pemilu kali ini.
Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Sultra, Muhammad Mu'min Fahimuddin menjelaskan, bagi disabilitas yang tidak bisa melakukan pencoblosan sendiri, maka bisa didampingi oleh kerabat.
Namun nantinya pendamping harus sudah melengkapi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh KPU.
"Selama mereka (penyadang disabilitas) tidak bisa melakukan pencoblosan sendiri maka akan ada pendamping, tetapi selama mereka masih bisa mencoblos sendiri itu tidak perlu didampingi," kata Mu'min kepada Antara TV, Jumat (5/1).
"Kalau didampingi, maka pendamping ini harus membuat surat C3 pernyataan yang menyatakan bahwa tidak membocorkan dan harus merahasiakan pilihan," sambungnya.
Mu'min mengatakan, KPU sudah menyiapkan alat bantu khusus bagi penyandang disabilitas. Salah satunya untuk tuna netra.
"Untuk tuna netra itu punya alat bantu sendiri berupa templet huruf," katanya.
Dijelaskan, KPU mengklasifikasikan DPT penyandang disabilitas menjadi enam kelompok, yakni kelompok disabilitas fisik, disabilitas mental, disabilitas sensorik netra, disabilitas sensorik wicara, disabilitas sensorik rungu, dan disabilitas sensorik intelektual.
Laporan: Rijal
Berita BerikutnyaPolres Konawe Utara Jaga Ketat Pelipatan Kertas Suara Pemilu 2024
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







