Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melontarkan ultimatum keras kepada Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP), Zuhdi Mulkian. Ia memerintahkan agar perusahaan lokal diprioritaskan dalam setiap pekerjaan pembangunan di wilayah tersebut.
“Kita prioritaskan lokal dalam mengerjakan pekerjaan di Muna Barat,” tegas La Ode Darwin saat ditemui di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kamis (7/8).
Tidak tanggung-tanggung, La Ode Darwin mengancam akan mencopot Kabag ULP jika perintah tersebut tidak dijalankan.
“Kalau tidak dilakukan maka Kabag ULP saya akan copot,” tambahnya.
Pernyataan itu memicu respons positif dari kalangan pemuda. Arifin Toga, salah satu tokoh muda asal Tiworo Utara, menyambut baik kebijakan tersebut. Ia menilai keputusan bupati dapat membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kebijakan yang sangat baik, ini menjadi harapan baru. Sudah sepatutnya perusahaan milik masyarakat lokal yang melakukan pekerjaan di Muna Barat,” ujarnya.
Menurut Arifin, pelibatan masyarakat lokal tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tapi juga akan berdampak pada kualitas pekerjaan yang lebih baik karena adanya rasa tanggung jawab yang lebih tinggi.
“Akan ada pertumbuhan ekonomi baru, dan dipastikan kualitas pekerjaan akan baik karena dikerjakan masyarakat lokal,” pintanya.
Desakan agar perusahaan lokal diprioritaskan memang menguat belakangan ini. Kebijakan bupati itu dinilai selaras dengan aspirasi masyarakat yang selama ini merasa tersisih dalam proyek-proyek pembangunan di daerah sendiri.
Editor: Redaksi








