Berita  

Laode Reyhan dan Waode Bintang Terpilih Wakili Sultra Jadi Calon Paskibraka Nasional 2026

Laode Reyhan Putra Satria Korwa dan Waode Bintang Adisya terpilih sebagai calon Paskibraka tingkat pusat tahun 2026 yang akan bertugas pada peringatan HUT Kemerdekaan RI mendatang. Foto: Dok. Instagram @bpipri.

Jakarta – Kabar membanggakan datang dari Sulawesi Tenggara (Sultra). Dua pelajar terbaik dari Kota Baubau dan Kabupaten Buton Utara resmi terpilih sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2026 yang akan bertugas pada peringatan HUT Kemerdekaan RI mendatang.

Dua putra-putri terbaik daerah tersebut adalah Laode Reyhan Putra Satria Korwa, siswa SMAN 2 Baubau, dan Waode Bintang Adisya, siswi SMAN 1 Kulisusu asal Kabupaten Buton Utara.

Keduanya sukses masuk dalam daftar 76 calon Paskibraka tingkat pusat yang diumumkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) setelah bersaing dengan peserta dari 38 provinsi di Indonesia.

Terpilihnya Reyhan dan Bintang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sultra, mengingat ketatnya persaingan untuk bisa lolos ke tingkat nasional.

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, menekankan bahwa program ini bukan sekadar urusan baris-berbaris, melainkan investasi sumber daya manusia untuk masa depan bangsa.

“Program Paskibraka merupakan pengkaderan calon pemimpin bangsa berkarakter Pancasila,” ujar Yudian dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Proses penentuan calon Paskibraka 2026 ini sendiri dilakukan melalui tahapan panjang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Seleksi dijalankan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten atau kota hingga provinsi, sebelum akhirnya dilakukan verifikasi tingkat pusat di Jakarta pada 15 hingga 19 Juni 2026.

Selama tahapan tersebut, para peserta harus melalui rangkaian tes yang meliputi seleksi administrasi, kesehatan, pembinaan ideologi Pancasila, inteligensia umum, kemampuan peraturan baris-berbaris dan kesamaptaan, hingga seleksi kepribadian.

Sebanyak 228 peserta yang mengikuti verifikasi di Jakarta menjadi bukti betapa ketatnya perjuangan yang dilalui oleh Reyhan dan Bintang hingga akhirnya terpilih.

Terkait proses seleksi, Yudian memastikan bahwa penilaian dilakukan dengan standar yang sangat ketat dan mengedepankan prinsip objektivitas.

Ia menjamin bahwa tidak ada celah bagi praktik-praktik yang mencederai integritas seleksi.

“Penilaian dilakukan berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan hasil yang ditunjukkan peserta selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi dan verifikasi. Tidak ada perlakuan khusus maupun keberpihakan terhadap peserta atau daerah tertentu,” tegas Yudian.

Kini, Reyhan dan Bintang bersiap untuk menjalankan tugas negara di tingkat pusat.

Keberhasilan mereka diharapkan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda di Bumi Anoa untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!