Kendari – Layanan panggilan darurat Call Center 112 milik Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dilaporkan mengalami gangguan sistem sejak Sabtu (16/5/2026) malam.
Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat di tengah situasi darurat sempat kesulitan mengakses layanan pengaduan tersebut.
Merespons hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami warga.
“Kami mohon maaf atas gangguan layanan 112, kami sedang mengupayakan untuk perbaikan,” ungkap Sahuriyanto, Minggu (17/5/2026).
Saat ini, tim teknis dari Dinas Kominfo Kota Kendari masih terus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem guna mengidentifikasi penyebab pasti dari gangguan tersebut.
Kepala Bidang E-Government Dinas Kominfo Kota Kendari, Herry, memberikan penjelasan lebih detail mengenai kendala teknis yang terjadi.
Menurutnya, jalur panggilan 112 sebenarnya masih aktif, namun tidak dapat berjalan normal seperti biasa.
“Kalau menelpon terhubung tapi tidak bisa tembus atau tidak nyambung,” jelas Herry.
Masalah pada sistem jaringan ini menyebabkan rentetan panggilan darurat yang masuk dari masyarakat gagal diteruskan secara maksimal ke layar operator.
Hingga Minggu siang, tim teknis masih bersiaga di lapangan untuk mengecek infrastruktur jaringan penunjang agar kendala ini bisa segera diatasi.
Layanan Call Center 112 merupakan infrastruktur vital bagi publik Kota Kendari. Jalur ini biasa digunakan gratis oleh warga untuk melaporkan berbagai insiden darurat, mulai dari kebakaran, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, gangguan keamanan, hingga situasi mendesak lainnya.
Gangguan ini pun menjadi atensi serius pemerintah daerah. Terlebih, akses cepat terhadap layanan darurat sangat dibutuhkan masyarakat di tengah situasi cuaca ekstrem yang sedang melanda wilayah Kota Kendari akhir-akhir ini.
Pihak Dinas Kominfo Kota Kendari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang sembari menunggu proses normalisasi sistem selesai dikerjakan.
Pemkot Kendari memastikan proses perbaikan dikebut agar layanan darurat tersebut bisa segera kembali beroperasi optimal tanpa kendala.
Editor: Redaksi








