Jakarta – Langkah taktis dan proaktif diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau demi menyelamatkan warganya yang ingin mengadu nasib ke luar negeri.
Tak ingin masyarakat menjadi korban penipuan hingga eksploitasi sindikat ilegal, Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, bersama Wakil Wali Kota, Wa Ode Hamsinah Bolu, menyambangi kantor Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Langkah jemput bola ini dilakukan semata-mata untuk membuka keran perlindungan hukum yang jelas bagi calon pekerja migran asal Baubau nantinya.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, blak-blakan mengenai ancaman nyata yang selama ini menghantui warganya. Menurutnya, minimnya fasilitas resmi di daerah menjadi celah empuk bagi oknum tak bertanggung jawab.
“Kendala utama yang kami hadapi adalah belum adanya penyedia jasa atau Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) di Kota Baubau. Kondisi ini membuat warga yang ingin bekerja ke luar negeri kesulitan mendapatkan perlindungan dan pendampingan resmi. Akibatnya, mereka sangat rentan terhadap penipuan dan eksploitasi,” ungkap Yusran.
Untuk memutus mata rantai tersebut, Pemkot Baubau mendesak Kementerian PPMI agar segera merestui pembukaan Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di wilayah mereka.
Gayung bersambut, usulan ini langsung mendapat karpet merah dari Kementerian PPMI dan kini tinggal menunggu penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Sebagai wujud keseriusan daerah, Pemkot Baubau bahkan tidak sekadar meminta. Mereka telah menyiapkan infrastruktur pendukung agar warganya berangkat bukan sebagai pekerja serabutan, melainkan tenaga terampil yang siap bersaing.
Komitmen taktis Pemkot Baubau meliputi upaya menyiapkan dan memfasilitasi gedung operasional untuk pos P4MI.
Lalu menyulap Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Baubau menjadi kawah candradimuka pusat pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).
Kemudian, Kota Baubau dipastikan mendapat kuota beasiswa sebanyak satu kelas khusus bagi pemuda lokal yang ingin mengikuti pelatihan kerja secara gratis sebelum diberangkatkan.
Dengan adanya pos layanan terpadu dan sokongan beasiswa ini, Pemkot Baubau berharap mimpi warganya untuk memperbaiki ekonomi keluarga di negeri orang dapat terwujud dengan aman, nyaman, dan berpayung hukum jelas.
Editor: Redaksi








