Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat dinamika angka kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia.
Salah satu wilayah yang mencatatkan angka kelahiran cukup tinggi adalah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan data terbaru, Bumi Anoa berada di posisi kesembilan dalam daftar provinsi dengan angka kelahiran tertinggi di Indonesia pada 2025, dengan angka TFR sebesar 2,48.
TFR sendiri menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan hidup oleh seorang perempuan selama masa reproduksinya (15-49 tahun).
Data tersebut menunjukkan bahwa daftar provinsi dengan angka kelahiran tertinggi pada 2025 masih didominasi oleh wilayah Indonesia Timur.
Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks, mulai dari aspek budaya, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, hingga akses layanan kesehatan serta program keluarga berencana yang belum merata.
Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan angka kelahiran tertinggi pada 2025 menurut data yang dirilis:
- Papua Pegunungan: 2,78.
- Papua Selatan: 2,74.
- Nusa Tenggara Timur: 2,72.
- Papua Tengah: 2,64.
- Papua Barat: 2,62.
- Papua Barat Daya: 2,58.
- Papua: 2,57.
- Sulawesi Barat: 2,50.
- Sulawesi Tenggara: 2,48.
- Maluku: 2,44.
Secara nasional, TFR Indonesia mencapai 2,13 pada 2025, angka yang dinilai mendekati replacement level atau tingkat penggantian penduduk.
Meskipun secara nasional angka kelahiran terus mengalami penurunan, tingginya angka kelahiran di beberapa daerah tetap menjadi tantangan tersendiri.
Pemerintah dihadapkan pada tanggung jawab untuk terus menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, hingga menjamin kesejahteraan masyarakat secara merata di tengah pertumbuhan jumlah penduduk.
Editor: Redaksi








