Oleh: Fadilah Nurjana
Membangun keharmonisan dengan alam, sebagai gerakan islam yang menjunjung tinggi kemurnian ajaran islam dan pembaharuan sosial yang memiliki landasan ilmu yang amat kuat merawat alam serta membangun keharmonisan ekologis.
Prespektif ini tidak hanya memandang alam sebagai sumber daya yang harus dijaga, tetapi juga sebagai karunia tanda dan Amanah Allah SWT yang harus dijaga dan dimakmurkan.
Keharmonisan dengan alam dalam Pandangan Muhammadiyah memiliki sumber prinsip utama ajaran islam yaitu Tauhid, Khalifah, dan Amanah:
Tauhid (Keesaan Allah)
Prinsip Tauhid ini menegasakan bahwa seluruh alam semesta termasuk manusia dan lingkungannya adalah milik Allah SWT, yang telah tercantum dalam (QS. Al-Baqarah: ayat 284). “Manusia hanyalah pengelolah bukan pemilik”.
Kesadaran ini meniadakan pandangan yang menempatkan manusia sebagai pusat dan mengizinkan eksploitasi alam tanpa batas. Alam adalah ciptaan yang menunjukkan keesaan dan keagungan-Nya, sehingga merusak sama dengan mengingkari tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
Khalifah (Kepemimpinan di Bumi)
Manusia diciptakan sebagai khalifah fil ardh (pengelola di bumi) (QS. Al-Baqarah: 30). Peran ini bukan otoritas untuk mendominasi, melainkan tanggung jawab moral untuk memelihara keseimbangan (mīzān) yang telah ditetapkan Allah di alam (QS. Al-Mulk: 3).
Amanah (Tanggung Jawab)
Lingkungan hidup dipandang sebagai amanah yang harus dijaga. Sedangkan kerusakan lingkungan adalah salah satu bagian dari pengkhianatan terhadap amanah ini.
Oleh karena itu, menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ibadah (ta’abbud) sebagia seorang Muslim. Muhammadiyah secara tegas melarang segala tindakan yang bisa menyebabkan kerusakan lingkungan.
Ijtihad dan Gerakan Nyata Muhammadiyah
Muhammadiyah telah menerjemahkan perspektif teologis ini ke dalam langkah- langkah nyata melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH) dan berbagai inisiatif.
Pendidikan dan Kesadaran
Muhammadiyah berupaya untuk menumbuhkan kesadaran, kepedulian, dan perilaku ramah lingkungan di kalangan warganya dan masyarakat umum. Hal ini diwujudkan melalui penguatan materi lingkungan dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dan kurikulum pendidikannya.
Konservasi Sebagai Ibadah
Muhammadiyah meyakini bahwa menanam pohon dan mengelola sampah adalah kontribusi nyata yang bernilai ibadah (shadaqah). Hal ini sejalan dengan teladan Rasulullah SAW yang menganjurkan penghematan air (bahkan di saat berwudu).
Dalam membangun keharmonisan dengan alam adalah sebuah konsep yang sangat penting dalam prespektif Muhammadiyah. Muhammadiyah, sebagai sebuah organisasi Islam yang memiliki pandangan bahwa alam semesta adalah ciptaan Allah SWT dan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melindunginya.
Adapun 3 cara keharmonisan dalam prespektif Muhammadiyah yaitu:
Menghormati ciptaan Allah: Muhammadiyah, mengajarkan bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Allah SWT dan manusia harus menghargai dan menjaga keutuhannya.
Menggunakan sumber daya alam dengan bijak: Muhammadiyah, mengajarkan bahwa manusia harus menggunakan sumber daya alam dengan bijak dan tidak berlebihan, sehingga keharmonisan dengan alam bisa terjaga kualitas untuk selamanya.
Melindungi lingkungan hidup: Muhammadiyah, mengajarkan bahwa manusia harus melindungi lingkungannya dari kerusakan, sehingga keharmonisan dengan alam dapat terjaga dengan baik.
*) Penulis adalah mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari








