Menunggu Keseriusan Ditreskrimsus Menindak Penambang Ilegal di Eks PT Mining Maju


Beberapa waktu lalu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Bambang Wijanarko, berjanji bakal menurunkan anggotanya untuk mengecek lokasi eks IUP PT Mining Maju yang diduga digarap oleh penambang secara ilegal.
"Terimakasih informasinya, saya akan turunkan anggota untuk pengecekan di lokasi (eks IUP PT Mining Maju)," kata Bambang saat dikonfirmasi Sultranesia.com pada Jumat (1/7) terkait dugaan penambangan ilegal di eks IUP PT Mining Maju di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara.
Apa yang bakal dilakukan Ditreskrimsus Polda Sultra itu mendapat apresiasi dari Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo.
"Kami apresiasi Ditreskrimsus jika hal itu memang benar-benar dilakukan," kata Hendro kepada media ini, Senin (4/7).
Hendro bilang, pihaknya masih menunggu keseriusan Ditreskrimsus untuk menurunkan anggotanya ke lokasi Eks PT Mining Maju, dan menindak pelaku penambangan ilegal di sana . Sebab, hingga saat ini para penambang ilegal masih bebas melakukan aktivitasnya di sana.
"Informasi yang kami kumpulkan, masih banyak aktivitas penambangan di lokasi eks IUP PT Mining Maju, itu artinya Krimsus belum turun kesana. Karena kalau Krimsus sudah turun, pasti penambang ilegal disana sudah angkat kaki," ungkapnya.
Hendro berharap, apa yang diutarakan Dir Krimsus Polda Sultra benar-benar dilaksanakan. Pihaknya yang selama ini menyoroti aktivitas penambangan ilegal di PT Mining Maju menegaskan akan mengawal sampai tuntas.
"Kami akan terus kawal sampai penambang ilegal angkat kaki dari lokasi yang tidak seharusnya ditambang. Sebab kerusakan pasti terjadi, daerah dan negara juga dirugikan. Tidak ada sumbangsih dari para penambang ilegal di sana untuk daerah dan negara," tegasnya.
Diketahui, sejak beberapa waktu terakhir aktivitas penambangan yang dilakukan sekelompok orang di eks IUP PT Mining Maju menjadi sorotan. Pasalnya, aktivitas penambangan itu diduga kuat ilegal.
Salah satu yang menyoroti aktivitas penambangan di lokasi itu adalah Direktur Aliansi Masyarakar Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo.
Hendro dalam keteranganya menyebut bahwa IUP PT Mining Maju sebelumnya adalah IUP eksplorasi, dan bukan IUP Produksi.
Terlabih lagi, kata Hendro, IUP PT Mining Maju sudah mati sejak tahun lalu, dan hingga kini belum diperpanjang lagi. Praktis, lanjut Hendro, tak boleh ada aktivitas penambangan di sana.
Selain Hendro, aktivis dari Kolaka Utara, Haswin Kaso, juga menyoroti aktivitas penambangan di lokasi eks IUP PT Mining Maju itu.
Haswin mengungkapkan bahwa penambangan ilegal di lokasi itu dilakukan secara terbuka. Beberapa alat berat, aktivitas sejumlah pekerja, hingga pemuatan ore nikel, sangat jelas dilakukan di sana.
Diduga, modus para penambang itu, kata dia, yakni dengan menggunakan Jetty milik PT Tiar Daya Sembada (TDS) untuk melakukan pengapalan, dan menggunakan dokumen perusahaan lain untuk melakukan penjualan.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPUPR Mubar Rampungkan Pra Desain Jaringan Irigasi Catak Sawah Baru di Kampani
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







