Modus dan Kronologi Oknum Staf Dosen di UHO Diduga Cabuli Mahasiswi


Kendari - Oknum staf dosen di Universitas Haluoleo (UHO) Kendari dilaporkan ke Polresta Kendari atas dugaan pencabulan.
"Iya, ada laporan dugaan pencabulan," kata Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, Senin (22/1).
Laporan tersebut dibuat pada Minggu, 21 Januari 2024 oleh korban, seorang mahasiswi berinisial AAY, berusia 20 tahun.
Sedangkan terlapor atau terduga pelaku adalah seorang pria yang berprofesi sebagai staf dosen di UHO berinisial AS.
"Korban sudah kami mintai keterangan awal," tambahnya.
Modus dan Kronologi
AKP Fitrayadi membeberkan modus dan kronologi staf dosen melakukan dugaan pencabulan terhadap mahasiswi Universitas Haluoleo Kendari.
Dugaan pencabulan itu terjadi pada Minggu, 14 Januari 2024 sekitar pukul 15.00 WITA.
Awalnya, korban dipanggil oleh staf dosen tersebut untuk mengikuti ujian susulan.
Korban pun bergegas menuju salah satu ruangan perkuliahan di UHO Kendari. Sesampainya di dalam ruangan, korban kaget sebab staf dosen itu tidak ada di sana.
Korban kemudian menghubungi yang bersangkutan melalui telepon selulernya tetapi ia diarahkan untuk datang dan mengikuti ujian di sebuah asrama yang ada di Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari.
"Jadi, modusnya berdasarkan pengakuan korban, si korban ini diajak untuk mengikuti ujian susulan. Tapi lokasi ujiannya di sebuah asrama," tambahnya.
Sesampainya di asrama yang telah ditentukan oleh staf dosen itu, korban sempat ngobrol sejenak. Kemudian, si mahasiswi pun mengerjakan soal ujian yang diberikan oleh terlapor.
"Tetapi tiba-tiba saja, AS diduga langsung mencabuli AAY dengan cara memegang bagian tubuh sensitif korban," bebernya.
Tidak terima dengan perlakuan AS, korban mengadukan kasus dugaan pencabulan itu ke Mako Polresta Kendari.
"Saat ini masih penyelidikan dan kami akan minta keterangan saksi-saksi," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaFPRB Sultra Kembali Lakukan Fogging, Sasar Perumahan Warga
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







