MoU Ditjenpas dan Kemenag Sultra Perkuat Pembinaan Keagamaan WBP


Kendari - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sultra menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Penandatanganan MoU berlangsung di kantor Kemenag Sultra, Kamis (28/8), bersamaan dengan Rapat Koordinasi Pemantapan Persiapan Panitia Liaison Officer MTQ XXVIII Tahun 2025. Acara ini dihadiri seluruh Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Sultra.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sultra, Sulardi, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mencetak WBP yang lebih produktif dan bermoral.
“Kami meyakini bahwa pembinaan keagamaan menjadi pondasi penting dalam membentuk kepribadian yang lebih baik bagi warga binaan. Melalui kerja sama dengan Kemenag, pembinaan di lapas dan rutan dapat berjalan lebih terstruktur, profesional, dan berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muh. Saleh, menekankan bahwa MoU ini menghadirkan program keagamaan yang lebih menyeluruh.
“Tidak hanya pengajian atau ceramah, tetapi juga bimbingan rohani, pembelajaran kitab suci, konseling keagamaan, serta peningkatan kapasitas petugas pembina. Warga binaan berhak mendapatkan pembinaan spiritual sebagai bagian dari upaya pemasyarakatan,” tegasnya.
Saleh menambahkan, pihaknya berkomitmen menghadirkan penyuluh agama terbaik di seluruh lapas dan rutan se-Sultra.
“Kami berkomitmen menghadirkan penyuluh agama terbaik di seluruh lapas dan rutan se-Sultra agar pembinaan ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ruang lingkup MoU mencakup penyediaan tenaga penyuluh agama, program pembinaan berbasis nilai keagamaan, peningkatan layanan ibadah, serta penguatan literasi keagamaan yang menekankan nilai toleransi, kedamaian, dan pembinaan moral.
Dengan kerja sama ini, Ditjenpas dan Kemenag optimistis dapat menciptakan iklim pembinaan yang lebih baik, sehingga WBP Sultra kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang religius, produktif, dan bermanfaat.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaMengerikan! Ular Piton Sepanjang 8 Meter Gegerkan Warga Muna
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







