Daerah  

Muna Barat Jadi Daerah Percontohan Program Pendidikan Numerasi

Ketua Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, Yohanes Surya. Foto: Dok. Istimewa.

Muna Barat – Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Mubar) menjadi daerah percontohan dari 17 kabupaten kota se Sulawesi Tenggara (Sultra) terkait penerapan program pelatihan pendidikan numerasi melalui metode gampang, asik menyenangkan (Gasing).

Hal itu disampaikan oleh ketua Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, Yohanes Surya. Kata dia, Mubar adalah daerah pertama yang yang melakukan pelatihan numerasi melalui metode Gasing di Sultra.

“Makanya cadi contoh, kemarin Buton mulai menghubungi agar dilakukan di sana kemudian Kota Kendari dan beberapa daerah lainnya,” katanya saat memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan pendidikan numerasi di Barugano Lawa, Kecamatan Lawa, Senin (12/6).

Yohanes mengaku bahwa pembelajaran dengan metode gasing ini dapat mempermudah belajar Matematika bagi siswa. Selain itu metode gasing ini merubah metode belajar dengan membuat siswa senang dan bahagia.

“Belajar dengan metode ini, guru dan siswa tidak pusing lagi dan bahkan lebih mudah. Intinya, dengan metode gasing ini dapat membuat siswa dan guru bahagia dan senang,” terangnya.

Yohanes mengaku sangat takjub ketika melihat antusias para guru dan siswa saat mengikuti pelatihan metode gasing ini. Olehnya itu ia berharap guru dan siswa bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik.

“Saya melihat dengan antusias guru dan siswa mengikuti pelatihan metode gasing ini, ada harapan ke depan Mubar menjadi daerah yang hebat. Apa lagi, Mubar daerah pertama di Sultra yang menerapkan pendidikan numerasi metode gasing ini. Mubar ini sebagai daerah contoh dan ada beberapa daerah di Sultra sudah mengikutinya,” ucapnya.

Sementara itu, Pj Bupati Mubar, Dr Bahri mengungkapkan pelatihan kepada guru dan siswa di Mubar ini merupakan tindak lanjut dari MoU dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya. Untuk itu, dengan pelatihan ini diharapkan dapat mendongkrak capaian kualitas numerasi di Mubar.

“Metode gasing ini sangat luar biasa, siswa kita sudah dapat berhitung dari angka satu hingga 10,” katanya.

Kata Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri ini mengaku, program penyelenggaraan pendidikan di Mubar ada enam literasi yang harus diwujudkan, salah satunya adalah program literasi numerasi.
Dengan penerapan metode Gasing, lanjut dia, bisa menjadi salah satu inovasi ataupun solusi dalam mendorong pemenuhan hak atas pendidikan di Mubar.

“Saat ini dituntut memiliki enam literasi yakni literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, digital, finansial dan literasi budaya dan kewarganegaraan. Jadi, kita targetkan seluruh guru dan siswa sudah mengikuti pelatihan metode gasing ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui program pelatihan pendidikan Numerasi dengan metode gasing ini di ikuti sekitar 64 siswa-siswi tingkat SMP dan SD, serta 32 Guru yang tersebar di sekolah yang berada di Wilayah daratan.Pelatihan ini dilaksanakan selama 15 hari.


Laporan: Denyi Risman

error: Content is protected !!