Nelayan Wakatobi Ditemukan Tewas Setelah Lima Hari Hilang, Jarak 84 Mil dari Titik Awal


Wakatobi - Setelah lima hari pencarian intensif, misteri hilangnya La Ali (56), nelayan asal Desa Waelumu, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, akhirnya terjawab.
Jenazahnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sejauh 84,10 Nautical Mile (NM) arah barat laut dari lokasi awal yang diduga menjadi titik terakhir korban melaut.
Informasi resmi disampaikan Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, dalam keterangan tertulis yang diterima media ini pada Senin (7/7).
Ia membeberkan kronologi lengkap pencarian hingga proses evakuasi jenazah korban.
“Pada pukul 13.30 Wita terima info dari Tim di lapangan yang menginformasikan terkait penemuan longboat milik korban yang kandas di atas karang dan pecah di sekitar perairan Lakansai, Kabupaten Buton Utara, dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” tulis Amiruddin.
Tak berselang lama, pukul 14.07 Wita, kabar mengejutkan datang dari Kepala Desa Bokori yang menginformasikan penemuan sesosok jenazah yang diduga kuat adalah La Ali. Lokasinya sangat jauh dari titik awal keberangkatan korban melaut.
“Pada pukul 14.20 Wita koordinasi dengan pihak potensi SAR dalam hal ini Biddokes Polda Sultra, Polairud Polda Sultra dan Polsek Soropia serta permintaan ambulance RS Bhayangkara,” lanjut Amiruddin.
Merespons temuan itu, tim Rescue KPP Kendari bersama unsur potensi SAR langsung bergerak ke lokasi penemuan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB), menempuh jarak sekitar 14,7 NM dari titik keberangkatan mereka.
“Pada pukul 16.33 Wita tiba di lokasi penemuan dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban selanjutnya dibawa menuju Dermaga Basarnas Kendari,” jelasnya.
Jenazah La Ali akhirnya tiba di dermaga pukul 17.02 Wita dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kendari dengan disaksikan pihak keluarga. Dengan ditemukannya jenazah korban, operasi SAR resmi ditutup.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaAP2 Sultra Ancam Bongkar Sekolah Nakal Pemalak Seragam Siswa Baru
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







