Berita  

Nilai Tukar Petani di Sulawesi Tenggara Alami Peningkatan

Ilustrasi. Foto: Dok. Shutterstock.

Kendari – Nilai Tukar Petani (NTP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren positif pada Januari 2026. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara, NTP tercatat sebesar 103,78 atau mengalami peningkatan 0,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 103,54.

Kenaikan NTP tersebut terjadi karena adanya peningkatan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,07 persen. Di sisi lain, indeks harga yang dibayar petani (Ib) justru mengalami penurunan sedalam 0,16 persen. Kondisi ini mencerminkan daya beli petani yang semakin membaik karena pendapatan yang diterima relatif lebih tinggi dibandingkan pengeluaran.

Secara subsektoral, NTP Sulawesi Tenggara pada Januari 2026 tercatat bervariasi. Subsektor Tanaman Pangan berada di angka 102,63, Subsektor Hortikultura 105,22, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 102,49, Subsektor Peternakan 106,76, serta Subsektor Perikanan menjadi yang tertinggi dengan nilai 108,00.

Sementara itu, NTP Nasional pada periode yang sama tercatat sebesar 123,60 atau mengalami penurunan 1,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 125,35.

BPS juga mencatat, pada Januari 2026 terjadi penurunan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Sulawesi Tenggara sebesar 0,26 persen. Penurunan ini salah satunya dipengaruhi oleh turunnya indeks pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau.

Produksi Padi Meningkat

Selain kabar positif dari sisi NTP, sektor pertanian Sulawesi Tenggara juga mencatat peningkatan produksi padi sepanjang 2025. Luas panen padi mencapai 151,81 ribu hektare, meningkat 21,81 ribu hektare atau 16,78 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 130,00 ribu hektare.

Seiring dengan bertambahnya luas panen, produksi padi pada 2025 tercatat sebanyak 680,82 ribu ton gabah kering giling (GKG). Angka ini meningkat 124,98 ribu ton atau 22,49 persen dibandingkan produksi padi tahun 2024 yang mencapai 555,84 ribu ton GKG.

Peningkatan produksi juga terjadi pada beras untuk konsumsi pangan penduduk. Pada 2025, produksi beras mencapai 390,98 ribu ton, naik 71,78 ribu ton atau 22,49 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 319,21 ribu ton.

Capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian Sulawesi Tenggara terus mengalami perbaikan, baik dari sisi kesejahteraan petani maupun produktivitas tanaman pangan.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!