Obat Kedaluwarsa Masih Disimpan? Mahasiswa Apoteker UHO Ingatkan Risiko Keracunan


Konawe Selatan - Kebiasaan masyarakat menyimpan obat-obatan dalam jangka waktu lama hingga melewati masa kedaluwarsa masih sering ditemukan di banyak rumah tangga. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Halu Oleo (UHO) Angkatan XIV, bekerja sama dengan Biddokkes Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kegiatan berlangsung di Gereja Tiberias, Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Konawe Selatan, pada Minggu (9/11), dengan peserta utama jemaat gereja tersebut.
Kegiatan ini diikuti oleh delapan mahasiswa PSPPA UHO, yakni Muhammad Mutawalli Asyhari, Mutiara Wardahtul Jannah, Nikmat Nirwana, Rian Azhari, Riang Adrianto, Rini Purnama Sari, Ririn, dan Theresia Triocta Yolanda Mujiman. Seluruh rangkaian sosialisasi berada di bawah bimbingan dosen Fadhliyah Malik, Halik, serta Dr. Hasnawati.
Sosialisasi menekankan bahwa obat merupakan sediaan farmasi yang memiliki aturan dosis, indikasi, serta batas waktu penggunaan yang harus dipatuhi. Kesalahan dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat tidak hanya menurunkan efektivitas terapi, tetapi juga berisiko menimbulkan efek samping hingga keracunan.
“Banyak masyarakat yang masih menyimpan obat sampai bertahun-tahun atau menggunakan obat sisa tanpa mengetahui efeknya. Melalui sosialisasi DAGUSIBU, kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa obat harus diperlakukan dengan benar, karena obat bukan sembarang konsumsi,” ujar Muhammad Mutawalli Asyhari, salah satu mahasiswa peserta kegiatan.
Sementara itu, Rini Purnama Sari menegaskan pentingnya kehadiran mahasiswa profesi di tengah masyarakat sebagai bagian dari pengabdian langsung.
“Sebagai calon apoteker, kami tidak hanya belajar teori di kampus. Pengabdian seperti ini membuat kami hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan manfaat nyata. Edukasi kesehatan harus terus dilakukan agar kesadaran terkait penggunaan obat meningkat,” tuturnya.
Selama sosialisasi, mahasiswa memperlihatkan contoh berbagai bentuk obat yang umum disimpan di rumah. Jemaat gereja diajak berdiskusi dan bertanya langsung mengenai obat yang pernah atau sedang mereka gunakan. Tak sedikit peserta yang baru mengetahui bahwa obat yang tampak baik secara fisik, tetapi telah melewati masa kedaluwarsa, sudah tidak aman digunakan.
Selain edukasi, kegiatan turut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan umum dan konsultasi penggunaan obat bersama tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda Sultra, termasuk pengecekan tekanan darah serta evaluasi keluhan kesehatan ringan.
Melalui kegiatan ini, jemaat diharapkan semakin memahami bahwa obat harus diperoleh dari tenaga dan fasilitas kesehatan resmi, digunakan sesuai aturan dosis, disimpan pada tempat dan suhu yang tepat, serta dibuang dengan benar apabila telah kedaluwarsa atau rusak agar tidak membahayakan kesehatan maupun mencemari lingkungan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPemerintah Buton Utara Susun RPKD, Targetkan Penurunan Kemiskinan Secara Terukur
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







