Oknum Dokpol RS Bhayangkara Kendari Dituding Perkosa Wanita, Korban Laporkan ke Propam Polda Sultra


Kendari - Seorang perwira menengah Kepolisian yang bertugas di bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, berinisial Kompol HS, dilaporkan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Laporan itu dibuat oleh seorang wanita berinisial H (29) yang mengaku menjadi korban pemerkosaan dan perampasan barang oleh Kompol HS.
Pengaduan resmi tersebut diterima pada Selasa (8/10) sekitar pukul 15.23 Wita, ketika korban mendatangi Mapolda Sultra didampingi kuasa hukumnya, Eka Subakhtiar. Sekitar satu jam kemudian, korban mulai menjalani pemeriksaan intensif di ruang Kasubid Paminal Bidpropam Polda Sultra, lantai dua gedung Propam, yang berlangsung hingga malam hari.
Dalam kesaksiannya, H mengungkap bahwa Kompol HS, yang diketahui berprofesi sebagai dokter spesialis penyakit dalam, sering mengajaknya untuk menginap di hotel. Ajakan itu selalu ia tolak.
“Awalnya dia (HS) datang di tempat kerjaku. Awalnya dia ajak makan, tapi saya tidak mau, karena saya masih kerja. Disitu dia tunggu, saya bilang jangan kita tunggu,” ujar H kepada wartawan usai membuat laporan.
Namun, penolakan itu berujung pada peristiwa yang disebut korban sebagai pemaksaan dan perampasan. Pada Sabtu (4/10), HS kembali mendatangi tempat kerja H. Menurut pengakuan korban, perwira polisi tersebut menghadangnya di depan pintu dan merampas sejumlah barang pribadinya.
“Dia hadang saya di depan pintu, pintu tempat kerjaku. Dia datang, dia ambil semua barangku, handphone dan jaket, terpaksa saya harus ikut,” kata H.
Setelah itu, H mengaku dibawa paksa ke salah satu hotel di Unaaha, Kabupaten Konawe, tempat di mana HS diduga memaksa korban melakukan hubungan badan.
Meski sempat menjalin hubungan asmara dengan HS, korban menegaskan bahwa saat peristiwa itu terjadi, hubungan mereka sudah berakhir.
Kuasa hukum korban, Eka Subakhtiar, menilai tindakan yang dilakukan oleh Kompol HS tidak dapat dianggap sepele. Ia menegaskan, kasus ini bukan hanya soal pelanggaran etik, tetapi mengandung unsur pidana yang jelas.
“Kami tetap akan mengupayakan melanjutkan ini di laporan pidana, namun hari (ini) masih melaporkan terkait di bagian Propam,” ujar Eka.
Eka menambahkan, dugaan pelanggaran tidak berhenti pada peristiwa di hotel. Ia menyebut kliennya kembali menjadi korban pada Rabu (7/10) ketika HS diduga merampas tas milik H.
“Kejadian yang kedua itu, kemarin di tanggal 7 Oktober 2025, (HS) merampas tas dari pengadu dan sampai hari ini belum dikembalikan,” jelas Eka.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi Kompol HS untuk memperoleh tanggapan terkait laporan tersebut.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaWali Kota Kendari Instruksikan Seluruh Perusahaan Wajib Daftarkan Pekerja ke BPJS
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







