Daerah  

Oprit Jembatan Konawe Hulu Amblas, Penanganan Diperlukan untuk Pemulihan Akses

Kondisi Jembatan Konawe Hulu yang amblas dan rusak di wilayah Asinua Tua, Kecamatan Asinua, Kabupaten Konawe amblas dan rusak parah sejak Senin (15/06/2026) malam. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe – Jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) lumpuh total.

Jembatan Konawe Hulu yang menjadi penghubung utama yang terletak di Desa Ambekairi Utara, Kecamatan Latoma, Kabupaten Konawe, dilaporkan amblas dan rusak parah sejak Senin (15/06/2026) malam, memutus mobilitas masyarakat serta jalur distribusi logistik antar-wilayah.

Kerusakan jembatan rangka baja tersebut dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang menyebabkan debit air Sungai Konaweha meluap hingga menggerus struktur oprit jembatan.

Akibatnya, jembatan yang menjadi tumpuan warga menuju Kecamatan Uluiwoi, Kolaka Timur, kini terputus dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi ini tidak hanya melumpuhkan mobilitas harian warga, tetapi juga memukul sektor perekonomian karena terhentinya distribusi barang dan hasil bumi.

Mengingat jembatan tersebut merupakan aset dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Koltim melalui BPBD meminta agar instansi teknis segera melakukan langkah penanganan darurat.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur telah berkoordinasi dan menyampaikan laporan kondisi terkini kepada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tenggara, agar dapat segera dilakukan penanganan demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus transportasi masyarakat,” ujar Kepala Pelaksana Tugas BPBD Koltim, Dewa Made Ratmawan, Selasa (16/6/2026).

Saat ini, BPBD Koltim terus memantau perkembangan situasi di lokasi. Masyarakat yang kerap melintasi jalur strategis Mataiwoi–Asinua ini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan petugas di lapangan selama proses penanganan berlangsung.

Seluruh jajaran Pemkab Koltim berharap perhatian segera diberikan oleh Pemprov agar akses penghubung dua kabupaten ini dapat kembali pulih secepat mungkin, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus-menerus terganggu.

Sebagai informasi, Jembatan Konawe Hulu sendiri dikenal sebagai salah satu infrastruktur strategis di Sultra.

Jembatan ini tercatat sebagai jembatan terpanjang di provinsi tersebut dengan bentang mencapai sekitar 247 meter dan lebar 7 meter.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!