Baubau – Fenomena parkir liar yang semakin merajalela di sejumlah titik strategis Kota Baubau akhirnya memicu respons tegas dari Wali Kota Yusran Fahim.
Ia menyatakan siap menurunkan Satpol PP untuk melakukan penertiban menyeluruh guna mengatasi kekacauan sistem perparkiran yang dinilai sudah meresahkan masyarakat.
“Penertiban parkir harus segera dilaksanakan. Jangan sampai keberadaan kendaraan yang parkir sembarangan justru menyulitkan masyarakat lain. Ini sudah menjadi keluhan warga dan harus segera ditindaklanjuti,” tegas Yusran dalam Rapat Jam Pimpinan yang digelar di Kantor Wali Kota, Senin (28/7).
Masalah parkir sembarangan disebut tak hanya terjadi di depan RS Siloam, tetapi juga menjamur di kawasan pertokoan Liwanda hingga sekitar warkop Janji Jiwa.
Yusran menekankan bahwa jalan umum dan bahu jalan bukanlah lahan parkir, sehingga perlu penertiban yang melibatkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Tak hanya menyoroti parkir liar, Wali Kota juga mengungkap rendahnya kedisiplinan ASN dalam absensi online.
Ia mengaku kecewa dengan banyaknya pegawai yang belum tertib dalam sistem kehadiran tersebut.
“Ini bukan lagi soal rasa atau toleransi, tetapi soal integritas kita sebagai ASN. Kita harus mulai dari kedisiplinan,” ujarnya.
Sebagai solusi, Pemkot Baubau akan menerapkan absensi sidik jari (fingerprint) untuk memperkuat sistem absensi digital yang ada.
Yusran menegaskan, ketertiban ruang kota dan disiplin birokrasi menjadi dua prioritas utama yang harus dibenahi demi menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Editor: Redaksi








