Patroli Skala Besar di Kendari Ungkap Masalah Balapan Liar dan Jalan Gelap

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko bersama jajaran Forkopimda memimpin patroli skala besar di Kota Kendari, Rabu (3/9) malam. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Patroli skala besar yang digelar Polda Sulawesi Tenggara bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Rabu malam (3/9) justru membuka fakta kerawanan keamanan di Kota Kendari.

Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko memimpin langsung kegiatan dengan mengerahkan 250 personel gabungan Polri, TNI, Pemprov, Satpol PP, dan Dishub. Rombongan bergerak dari Mapolda Sultra menyusuri Pasar Anduonohu, Jembatan Teluk Kendari, By Pass Kendari Beach, hingga kawasan MTQ Kendari.

Namun, di balik suasana humanis ketika Forkopimda menyapa warga, muncul keluhan serius dari masyarakat. Ketua RW 01 Kelurahan Poasia, Kecamatan Anduonohu, Suhardin, terang-terangan menyampaikan keresahan warganya.

“Warga sangat berharap ada patroli rutin dan perhatian lebih. Penerangan jalan kurang, balapan liar semakin sering, dan CCTV bisa jadi solusi pencegahan,” ujarnya.

Keluhan itu langsung ditanggapi Kapolda Sultra. Irjen Pol Didik menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

“Kita harus pertahankan situasi kamtibmas yang kondusif. Patroli akan kita laksanakan secara berkelanjutan. Semoga kegiatan ini berjalan baik dan memberi rasa aman kepada masyarakat, khususnya di Kota Kendari,” katanya.

Kapolda juga menambahkan pemasangan CCTV di titik rawan serta penambahan fasilitas publik, termasuk tempat sampah, akan segera direalisasikan.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka turut menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga stabilitas daerah.

“Alhamdulillah semua lancar. Mari kita jaga bersama situasi kondusif ini. Dengan kondisi aman, masyarakat dan pedagang bisa beraktivitas dengan lancar. Semua elemen harus bersinergi menjaga daerah kita,” ucapnya di kawasan eks MTQ Kendari.

Sementara itu, pedagang kecil seperti Rizal (25), yang berjualan di Kendari Beach, menegaskan pentingnya kehadiran aparat.

“Kami merasa lebih aman, jadi bisa berjualan dengan tenang,” ungkapnya.

Patroli skala besar ini bukan hanya simbol kehadiran aparat di tengah masyarakat, tetapi juga menyingkap fakta bahwa persoalan klasik seperti balapan liar dan minimnya penerangan jalan masih menjadi momok keamanan di Kota Kendari.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!