PD3 Konut Sebut PT KKU Masih Beroperasi di Lahan yang Disegel Satgas PKH


Kendari - PT Karyatama Konawe Utara (KKU) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konawe Utara (Konut).
Ketua P3D Konut, Jefri, mengatakan lembaganya sudah lama mencermati sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang tersebut.
Ia menyebut PT KKU diduga melakukan manipulasi Dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) demi memperoleh kuota penjualan, serta berbagai pelanggaran lain yang pernah mencuat sebelumnya.
“Perusahaan di Desa Tambakua, Kecamatan Landawe, ini berkali-kali bermasalah. Mulai dari kecelakaan kerja yang mengakibatkan fatality hingga ancaman pembentukan pansus oleh DPRD Sultra,” ujar Jefri.
Aktivis asal Konut itu juga menyoroti dugaan kegiatan tambang PT KKU yang masuk ke kawasan hutan tanpa izin. Ia menyebut Satgas Halilintar Pengendalian Kawasan Hutan telah memasang plang penyegelan atas bukaan hutan seluas 215 hektare di area IUP perusahaan tersebut.
Namun menurut hasil investigasi P3D, aktivitas pertambangan di kawasan tersebut diduga masih berlangsung.
“Plang satgas sudah terpasang, tapi kegiatan tambang masih terlihat. Ini menunjukkan PT KKU sengaja melawan hukum dan mengabaikan instruksi negara untuk menghentikan aktivitas di kawasan hutan tanpa izin,” tegasnya.
Atas dasar itu, P3D Konut mendesak Kementerian ESDM RI segera mencabut IUP PT KKU dan tidak menerbitkan RKAB baru bagi perusahaan tersebut.
“Ini demi menyelamatkan hutan dan lingkungan Konawe Utara. Apalagi sebelumnya Menteri ESDM, Bahlil, menyatakan akan menuntaskan kasus tambang bermasalah di Sultra dalam dua bulan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT KKU dan instansi terkait. Pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan ini berhak menyampaikan hak jawab sesuai dengan ketentuan dalam UU Pers.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaGubernur: Ekonomi Sultra Menunjukkan Tren Positif, Namun Tetap Harus Waspada
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







