Jakarta – Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) mendorong agar pelaut asal Sulawesi Tenggara (Sultra) tidak lagi hanya bergantung pada kapal barang atau kapal domestik. Dorongan itu disampaikan Ketua KPI sekaligus perwakilan International Transport Workers’ Federation (ITF) wilayah Sultra, Capt Rahmat, dalam forum kerja KPI yang dihadiri Ketua ITF Mr. Paak dari Korea bersama seluruh agency crewing manning di Indonesia, Rabu (24/9).
Menurut Capt Rahmat, kebutuhan tenaga kerja di sektor pelayaran internasional, khususnya kapal pesiar, sedang meningkat tajam. Kondisi ini disebutnya sebagai momentum penting yang harus dimanfaatkan daerah dengan potensi besar SDM maritim seperti Sultra.
“Kami mendorong agar pelaut yang ada di Sultra bisa diserap oleh agency crewing, termasuk kapal pesiar yang saat ini sangat membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia,” ujar Capt Rahmat.
KPI menilai pola lama yang menempatkan pelaut Sultra hanya di kapal barang membuat mereka sulit bersaing secara global. Dengan adanya jalur ke kapal pesiar, peluang peningkatan kesejahteraan terbuka lebih lebar. Pendapatan lebih tinggi serta pengalaman di jalur internasional diyakini bisa mendongkrak daya saing SDM lokal.
Dalam forum itu, dukungan datang dari agency kapal pesiar yang diwakili KPI Bali, Capt Agung. Ia memastikan akan membuka jalur rekrutmen khusus dari Kota Kendari untuk mengisi kebutuhan crew kapal penumpang.
“Ini peluang emas, jika kita siapkan SDM dengan baik, Sultra bisa jadi pusat rekrutmen crew kapal pesiar internasional,” tambah Capt Rahmat.
Lebih jauh, KPI menegaskan bahwa langkah membuka akses pelaut Sultra ke jalur internasional bukan hanya soal tenaga kerja, tetapi juga strategi jangka panjang untuk menarik perhatian investor asing ke Bumi Anoa. Dengan tersedianya SDM maritim berkualitas, Sultra dinilai bisa menjadi pintu masuk investasi sektor pelayaran, pendidikan maritim, hingga infrastruktur pendukung.
Editor: Redaksi








