Buton Tengah – PT Dahana resmi melaksanakan peledakan perdana atau first blast dalam kegiatan Quarry Management di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Bukit Gamping Resource (BGR).
Lokasi kegiatan berada di Desa Gundu-Gundu dan Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Selasa (5/5).
Momen ini menjadi penanda dimulainya tahapan operasional penting dalam kerja sama kedua perusahaan yang telah berjalan sejak 2024.
Komisaris PT Dahana, Wildan Widarman, menyebut kolaborasi tersebut sebagai simbol pertumbuhan perusahaan dalam memperluas layanan di berbagai proyek strategis nasional.
“Alhamdulillah, semoga PT Dahana terus berkontribusi bagi negara yang kita cintai,” kata Wildan usai kegiatan.
Ia menegaskan, dalam setiap proyek yang dijalankan, PT Dahana tetap mengedepankan komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Hal itu diwujudkan melalui penerapan standar keberlanjutan dan pengendalian risiko yang disiplin, serta melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat setempat.
Direktur Operasional PT Dahana, Abdul Haris Atbaro, menjelaskan bahwa pelaksanaan first blast ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah dirintis selama dua tahun terakhir di wilayah IUP PT BGR.
Menurutnya, PT Dahana kini tidak lagi hanya berfokus pada bisnis peledakan, tetapi terus mengembangkan kapabilitas untuk memperluas lini usaha sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan.
“Saat ini kami tidak hanya mengerjakan peledakan di lokasi pertambangan, tetapi ke depan juga akan mengembangkan berbagai peluang bisnis lainnya,” katanya.
Dalam proyek di Buton Tengah, PT Dahana juga mengaplikasikan teknologi terbaru untuk mengendalikan dampak peledakan agar tetap memenuhi standar keselamatan dan lingkungan yang berlaku.
Direktur Utama PT Dahana, Hari Irmawan, menilai peledakan perdana ini menjadi awal yang positif bagi kedua perusahaan dalam mengelola kegiatan pertambangan secara optimal.
“Quarry Management PT Dahana menjadi langkah awal untuk memberikan manfaat bagi negara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT BGR, Heru Hendarto, mengungkapkan kerja sama dengan PT Dahana telah terjalin sejak 5 Juli 2024. Kolaborasi tersebut mencakup jasa peledakan, pemuatan, hingga pengangkutan material batu ke kapal.
Ia berharap sinergi ini dapat terus berkembang dan membuka peluang proyek-proyek lain yang memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah daerah maupun Provinsi Sulawesi Tenggara.
Selain fokus pada operasional, PT BGR juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat (PPM) di sekitar wilayah tambang, meliputi sektor kesehatan hingga sosial budaya. Sebagai informasi, luas wilayah IUP PT BGR mencapai sekitar 650 hektare.
Editor: Muh Fajar








