Pemda dan APH Diminta Jamin Keamanan Investasi di Kolaka


Kolaka - Aksi demonstrasi yang dilakukan sekelompok massa saat kunjungan investor asal Jepang ke kawasan IUP PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif Indonesia Government Watch (IGW), Risal Hidayatullah.
Dalam keterangannya, Risal meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kemudahan berinvestasi, khususnya di kawasan industri strategis nasional.
“Pemerintah daerah dan aparat keamanan wajib memberikan jaminan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan investasi,” kata Risal, Senin (16/6).
Dia menyatakan bahwa demonstrasi sah dilakukan jika murni untuk menyuarakan kepentingan masyarakat. Namun, aksi yang mengatasnamakan kelompok masyarakat lingkar tambang pada saat kunjungan strategis investor dinilai mencurigakan.
Risal menilai, aksi tersebut berpotensi sebagai bentuk premanisme yang disamarkan dalam aktivitas organisasi masyarakat (ormas).
"Meski pihak perusahaan telah terbuka menerima aspirasi, tindakan yang mengarah pada premanisme harus diproses hukum secara adil dan terbuka,” katanya.
Ia juga mendesak pemerintah daerah dan aparat hukum untuk segera memulihkan situasi dan menjamin stabilitas di wilayah investasi, terutama di lokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti milik PT CNI. Ia menilai aksi tersebut berpotensi mengganggu agenda strategis negara.
“Mereka (investor) adalah tamu negara. Kedatangan mereka membawa harapan bagi masyarakat dan pemerintah. Maka gangguan terhadap agenda tersebut tak bisa dipandang enteng,” jelasnya.
Aktivis nasional yang dikenal aktif dalam isu lingkungan dan pertambangan ini juga menekankan bahwa iklim sosial masyarakat sekitar tambang harus dijaga, agar tidak menjadi penghambat masuknya investasi asing yang tengah digencarkan pemerintah.
“Presiden Prabowo menekankan pentingnya iklim investasi yang sehat. Jika dibiarkan, kejadian seperti ini bisa menjadi antitesis dari semangat tersebut,” tambahnya.
Menurut Risal, ormas seharusnya berperan menciptakan harmoni, bukan menyulut konflik. “Organisasi masyarakat seharusnya membawa cahaya, bukan api,” ujarnya.
Risal menilai keberadaan PT CNI sebagai perusahaan yang telah membangun fasilitas smelter dan masuk dalam PSN, adalah bagian dari transformasi energi nasional. Ia berharap, semua pihak mendukung langkah pembangunan tersebut untuk kesejahteraan masyarakat.
Di sisi lain, sumber internal yang dekat dengan proses investigasi menyebutkan bahwa salah satu kendaraan yang digunakan dalam aksi penghadangan adalah milik Asbar, vendor dari Kalla Beton. Asbar diketahui sebagai kerabat dekat inisial HS, pengusaha penyedia kendaraan operasional dan vendor resmi PT CNI.
“Keterlibatan ini membuka kemungkinan adanya konflik kepentingan dan kebocoran informasi dari internal perusahaan kepada jejaring aksi,” ungkap sumber tersebut.
“Kami berharap Kapolda Sultra memberi kepastian hukum dan menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam aksi yang mengganggu stabilitas daerah serta menghambat investasi, terutama di kawasan PSN dan Objek Vital Nasional,” pungkas Risal.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPerahu Dihantam Badai, 6 Warga Wakatobi Selamatkan Diri di Pulau Tak Berpenghuni
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







