Kendari – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 122 miliar untuk merenovasi 81 sekolah serta membangun dua unit sekolah menengah atas (SMA) baru di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Tahun 2025 lalu.
Peresmian program tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat melanjutkan kunjungan kerjanya di Sultra. Kegiatan dipusatkan di SMAN 7 Kendari, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sabtu (10/1).
Dua sekolah baru yang dibangun dan diresmikan masing-masing adalah SMAN 2 Siompu di Kabupaten Buton Selatan dan SMAN 7 Pasarwajo di Kabupaten Buton.
Pembangunan sekolah baru ini ditujukan untuk memperluas akses layanan pendidikan menengah, khususnya di wilayah yang selama ini masih terbatas fasilitasnya.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa seluruh program revitalisasi sekolah yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 di Sultra telah rampung sepenuhnya dan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan awal.
“Seluruh program revitalisasi sekolah di Sultra yang dibiayai APBN tahun 2025 sudah selesai 100 persen dan dilaksanakan sesuai rencana,” ujarnya dikutip dari Kendariinfo.
Ia mencontohkan SMAN 7 Kendari sebagai salah satu sekolah yang mengalami peningkatan sarana dan prasarana secara signifikan.
Di sekolah tersebut, pemerintah merenovasi 11 ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, dan ruang OSIS, serta membangun empat unit toilet. Total anggaran yang digelontorkan untuk SMAN 7 Kendari mencapai Rp2,04 miliar.
Menurut Abdul Mu’ti, pembenahan sarana pendidikan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan di Sultra. Abdul Mu’ti mengungkapkan, penyaluran papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di wilayah ini telah mencapai sekitar 95 persen.
Untuk sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, pemerintah menyiapkan solusi berupa layanan internet berbasis satelit Starlink bagi daerah yang belum terjangkau jaringan, serta pemasangan panel surya bagi satuan pendidikan yang belum mendapatkan aliran listrik.
Langkah tersebut dilakukan agar pembelajaran berbasis digital dapat diterapkan secara merata, termasuk di wilayah terpencil dan kepulauan. Dengan dukungan sarana yang memadai, proses belajar mengajar diharapkan semakin efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Fasilitas yang diberikan ini merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, seluruh bantuan yang telah disalurkan perlu dimanfaatkan secara maksimal,” tegas Abdul Mu’ti.
Dia menegaskan, pemerintah pusat berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pendidikan di Sultra melalui program revitalisasi puluhan sekolah dan pembangunan sekolah baru yang didanai APBN.
Editor: Muh Fajar








