Berita  

Pemkot Kendari Gelar Pasar Murah Jelang Idul Adha, Wali Kota Turun Langsung Belanja

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, meninjau Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemkot Kendari. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Pemerintah Kota Kendari mulai bergerak mengendalikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di pelataran Balai Kota Kendari, Rabu (20/5).

Tak sekadar seremoni, kegiatan ini langsung diserbu warga sejak pagi. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran bersama jajaran Forkopimda bahkan turun langsung meninjau lapak pedagang hingga ikut membeli kebutuhan pokok di lokasi pasar murah.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan jelang hari raya.

“Alhamdulillah kondisi pangan kita masih aman. Inflasi juga masih dalam batas normal dan daya beli masyarakat tetap kita jaga,” kata Siska.

Berdasarkan data pemerintah, inflasi Kota Kendari saat ini berada di angka 2,83 persen dan dinilai masih terkendali dibandingkan kondisi nasional maupun regional.

Meski demikian, Pemkot Kendari tetap mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas. Dari hasil pemantauan Dinas Ketahanan Pangan, beberapa bahan pokok mulai mengalami kenaikan seperti bawang merah, telur, wortel, dan minyak goreng.

Namun, menurut Siska, lonjakan harga tersebut masih dalam kategori wajar dan belum membebani masyarakat secara signifikan.

“Kalau memang nanti mulai memberatkan masyarakat, kita siap melakukan subsidi. Tapi sampai hari ini kondisinya masih aman,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemkot Kendari juga mulai memperkuat ketahanan pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Salah satunya melalui penguatan sektor pertanian di wilayah Kota Kendari.

Siska mencontohkan lahan persawahan di Amohalo, Kecamatan Baruga yang sebelumnya sempat terdampak banjir hingga merendam sekitar 100 hektare sawah, namun petani tetap mampu melakukan panen dengan produktivitas mencapai 5,5 ton per hektare.

“Ini membuktikan bahwa pertanian kita tetap bisa bangkit meski sempat terdampak bencana,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah dijadwalkan berlangsung mulai 20 hingga 24 Mei 2026 dan berpotensi diperpanjang sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, berbagai bahan pangan dijual lebih murah dibanding harga pasar.

Siska bahkan mengajak ASN dan masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Ayo kita berbelanja. Saya juga nanti ikut belanja. Saya yakin harga di sini lebih murah dibanding di pasar,” ucapnya disambut antusias warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf menyebut Gerakan Pangan Murah menjadi strategi pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemkot Kendari, Bank Indonesia, dan sejumlah mitra swasta termasuk PT Sosro Indonesia.

Abdul Rauf mengungkapkan, sejak Januari hingga Mei 2026 pihaknya telah menyalurkan bantuan pangan kepada sekitar 27 ribu kepala keluarga berupa beras dan minyak goreng dari pemerintah pusat.

Selain itu, bantuan darurat juga diberikan kepada 1.339 kepala keluarga terdampak banjir serta bantuan CSR Pertamina kepada 1.000 keluarga di Kecamatan Kendari dengan total nilai mencapai Rp250 juta.
“Untuk menjaga stabilitas harga, sampai hari ini Gerakan Pangan Murah mobile sudah kami lakukan kurang lebih 70 kali,” jelas Abdul Rauf.

Tak hanya menghadirkan bahan pokok murah, kegiatan tersebut juga melibatkan sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner lokal binaan Ikatan Kuliner Kota Kendari yang menjajakan berbagai olahan pangan kepada masyarakat.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!