Pemuda di Kolaka Tewas Ditikam Setelah Cekcok saat Acara Lulo


Kolaka - Suasana pesta pernikahan di Desa Donggala, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, berubah mencekam setelah perkelahian antara dua warga berujung maut. Seorang pemuda berinisial AA (21) tewas usai ditikam dengan badik oleh J (35) pada Jumat dini hari, 31 Oktober 2025.
Kejadian bermula Kamis malam, 30 Oktober 2025, saat pelaku J menghadiri pesta pernikahan keluarganya di desa tersebut. Setelah sempat pulang untuk berganti pakaian, ia kembali ke lokasi pesta dan ikut bergabung dengan sejumlah warga yang tengah menikmati minuman tradisional jenis ballo.
Sekitar pukul 02.00 Wita, J tiba-tiba menghentikan kegiatan lulo yang sedang berlangsung. Tindakan itu memicu kemarahan AA yang menolak pesta dihentikan. Ia mendatangi J sambil melontarkan kata-kata kasar dan menantang untuk melanjutkan acara.
“Pelaku sudah berusaha menghindar dan meninggalkan lokasi, namun korban justru mengikuti hingga ke jalan poros,” ungkap Kasi Humas Polres Kolaka, IPTU Dwi Arif.
Pertengkaran keduanya kembali memanas sekitar pukul 02.30 Wita. Dalam situasi emosi yang memuncak, J mengeluarkan sebilah badik dan menusuk perut bagian kiri AA hingga menyebabkan luka robek parah dan usus korban keluar.
Usai kejadian, J kembali ke lokasi pesta, sementara warga yang panik segera membawa korban ke Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu. Karena luka yang serius, AA kemudian dirujuk ke Rumah Sakit SMS Berjaya Kolaka pada pagi harinya.
Korban sempat menjalani operasi selama dua jam, namun nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 00.10 Wita. Jenazahnya kini telah dibawa ke rumah duka di Desa Donggala.
Polisi telah mengamankan pelaku dan menjeratnya dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Kematian.
Polres Kolaka mengimbau masyarakat untuk menahan emosi dan mengedepankan penyelesaian secara damai. Kejadian tragis ini diharapkan menjadi pelajaran bahwa tindakan kekerasan, sekecil apapun, tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaMelawan saat Ditangkap, Residivis Curanmor yang Beraksi 48 Kali di Kendari Ditembak
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







