Pengadilan Tinggi Sultra Tolak Banding Guru Mansur, Hukuman Tetap 5 Tahun Penjara


Kendari - Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tenggara (PT Sultra) menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kendari yang menyatakan Guru Mansur bersalah atas kasus pencabulan terhadap muridnya, AA (9). Banding yang diajukan terdakwa ditolak, sehingga vonis lima tahun penjara tetap dijalankan.
Putusan itu dibacakan dalam sidang yang digelar Selasa, 6 Januari 2026. Ketua Majelis Hakim PT Sultra, I Ketut Suarta, menyampaikan bahwa majelis menerima banding dari penuntut umum dan menguatkan putusan PN Kendari tertanggal 1 Desember 2025.
“Mengadili, menerima banding penuntut umum. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kendari. Menetapkan pidana penjara selama lima tahun, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa,” ujar I Ketut Suarta dikutip dari Matalokal.com.
Dalam perkara ini, majelis hakim tidak mencapai mufakat bulat. Dari tiga hakim yang memeriksa dan mengadili perkara, terjadi perbedaan pendapat atau dissenting opinion.
Ketua Majelis Hakim, I Ketut Suarta, dalam pertimbangannya menilai perbuatan yang dituduhkan kepada Guru Mansur tidak didukung bukti yang cukup karena tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Ia juga berpendapat bahwa terdakwa tidak memiliki niat jahat atau mens rea.
“Terdakwa hanya menyentuh dahi dan kepala korban dengan alasan korban sedang sakit. Oleh karena tidak adanya mens rea, terdakwa seharusnya dibebaskan dari segala tuntutan,” kata I Ketut Suarta dalam pendapatnya.
Namun, dua hakim anggota, yakni Muhammad Sirad dan Dasriwati, memiliki pandangan berbeda. Keduanya menyatakan putusan PN Kendari sudah tepat dan beralasan hukum.
Menurut kedua hakim tersebut, Mansur alias Maman layak dijatuhi pidana karena terbukti melakukan pencabulan terhadap korban yang merupakan muridnya sendiri.
Perbuatan itu dinilai menimbulkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban.
Karena tidak tercapai kesepakatan bulat, majelis hakim kemudian mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak.
Hasil voting menyatakan putusan pengadilan tingkat pertama tetap dipertahankan.
"Dalam musyawarah majelis tidak diperoleh mufakat. Oleh karena itu dilakukan voting, dan hasilnya putusan Pengadilan Negeri Kendari dinyatakan tetap berlaku,” ujar I Ketut Suarta.
Sebelumnya, Guru Mansur divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Kendari setelah terbukti melakukan pelecehan terhadap muridnya yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar.
Putusan yang dibacakan pada 1 Desember 2025 itu sempat diwarnai sorakan serta tangisan histeris ratusan guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari dan memadati ruang sidang.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaUsai Terima SK PPPK, Pria di Konawe Diam-diam Menikah Lagi, Istri Diabaikan
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







