Penganiayaan di PT IPIP Kolaka, Tiga TKA Ditetapkan Tersangka, Ditahan di Polda


Kendari - Pihak kepolisian menetapkan tiga Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang terjadi di kawasan PT Indonesia Pomala Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penetapan tersangka tersebut dibenarkan Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra, AKBP Seni Pabesak. Ia menyebut, ketiganya telah diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan Mapolda Sultra.
"Iya benar, sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan saat ini ditahan di Rutan Mapolda Sultra,” ujar AKBP Seni Pabesak saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).
Menurutnya, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Polres Kolaka dengan dukungan Polda Sultra.
Meski demikian, lanjut Seni Pabesak, penanganan perkara ini tetap berada di bawah kewenangan Polres Kolaka, dengan asistensi dari Polda Sultra.
“Kasusnya tetap ditangani Polres Kolaka, Polda Sultra hanya melakukan pendampingan,” jelasnya.
Ia menegaskan, proses hukum terhadap para tersangka dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
“Saat ini situasi sudah kondusif. Kami minta masyarakat tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada kepolisian, serta tidak terpengaruh isu-isu negatif yang bisa mengganggu kamtibmas,” ujarnya.
Sebelumnya, kericuhan antara TKA dan pekerja lokal terjadi di kawasan PT IPIP Kolaka pada Selasa (28/1). Akibat insiden tersebut, dua pekerja lokal mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit di Kolaka untuk mendapatkan perawatan medis.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaMal Pelayanan Publik Pemkot Kendari Jadi Rujukan Daerah Lain
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







