Penganiayaan Pekerja Lokal di PT IPIP Kolaka, 4 TKA Diproses Hukum dan Adat


Kolaka - Kepolisian Resor Kolaka mengamankan empat Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang diduga terlibat pengeroyokan terhadap pekerja lokal di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Rabu (28/1).
Keempat TKA tersebut kini menjalani proses hukum dan juga akan dikenai sanksi adat. Langkah ini diambil setelah adanya pertemuan antara pihak perusahaan dan masyarakat adat yang difasilitasi langsung oleh Kapolres Kolaka.
Kasi Humas Polres Kolaka, AKP Dwi Arif, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa kasus dugaan pengeroyokan tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, disertai penyelesaian secara adat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Alhamdulillah telah dilaksanakan pertemuan antara pihak perusahaan dan masyarakat adat yang didampingi langsung oleh Kapolres Kolaka. Hasilnya, disepakati proses hukum terhadap empat TKA yang diduga melakukan pengeroyokan, serta penyelesaian secara adat,” ujar AKP Dwi Arif, Kamis.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga disepakati pihak perusahaan akan bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban. Bahkan, perusahaan berkomitmen merekrut korban sebagai karyawan tetap.
AKP Dwi Arif menjelaskan, insiden bermula saat sejumlah karyawan PT Asira Sahra Berjaya (ASB) mempertanyakan pembayaran gaji yang belum diterima kepada seorang pengawas WNA. Perdebatan sempat terjadi dan berujung pada perkelahian singkat.
"Awalnya karyawan PT ASB menanyakan gaji yang belum dibayarkan kepada pengawas WNA. Terjadi cekcok dan perkelahian yang sempat dilerai. Setelah dilakukan mediasi, cekcok kembali terjadi hingga berujung pengeroyokan terhadap dua karyawan oleh empat TKA,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, dua pekerja lokal mengalami luka robek cukup serius di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPencuri 14 Sapi yang Meresahkan Peternak di Konawe Akhirnya Diciduk Polisi
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







