Kendari – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang semester I 2025 menunjukkan lonjakan signifikan, terutama didorong oleh sektor industri logam dasar, pertambangan, dan perumahan.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra, total investasi yang masuk mencapai Rp13,61 triliun, dengan Kabupaten Kolaka menyumbang Rp6,4 triliun atau hampir setengah dari keseluruhan capaian.
Kepala DPMPTSP Sultra, Parinringi, menegaskan peran strategis Kabupaten Kolaka dalam menopang ekonomi daerah.
“Kabupaten Kolaka menjadi kontributor utama realisasi investasi di Sultra pada semester pertama tahun ini,” ujarnya, Jumat (22/8).
Di belakang Kolaka, Kabupaten Konawe tercatat sebesar Rp1,8 triliun, diikuti Kabupaten Konawe Utara Rp192 miliar, dan Kabupaten Konawe Selatan Rp185 miliar.
Parinringi menjelaskan, secara keseluruhan, realisasi investasi Sultra pada triwulan II 2025 mencapai Rp9,16 triliun, melonjak 105 persen dibanding triwulan I yang sebesar Rp4,45 triliun, serta tumbuh 297 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Bahkan, capaian semester I telah melampaui target tahunan Rp13,28 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi.
Dari sisi sektor, investasi terbesar disumbang industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya senilai Rp6,7 triliun.
Sektor lainnya adalah pertambangan Rp1,19 triliun, perdagangan dan reparasi Rp474,78 miliar, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp422,34 miliar, serta jasa lainnya Rp68,6 miliar.
Capaian investasi itu juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja.
“Pada triwulan II saja, ada 3.622 tenaga kerja terserap. Jumlah ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebanyak 3.490 orang,” tandas Parinringi.
Dengan lonjakan investasi di sektor-sektor utama tersebut, Sultra menunjukkan potensi kuat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi regional pada 2025.
Editor: Redaksi








