Makassar – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan langkah antisipatif dengan menambah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di seluruh wilayah operasional Sulawesi.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Penambahan pasokan dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Sulawesi, mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Sulawesi Utara, guna mengimbangi tren peningkatan konsumsi energi selama periode libur panjang dan hari besar keagamaan.
Khusus untuk LPG 3 kilogram, Pertamina menyiapkan dua skema penambahan, yakni penyaluran fakultatif sebanyak 406 ribu tabung dan extra dropping sekitar 252 ribu tabung.
Berikut rincian penambahan LPG 3 kilogram di tiap wilayah:
- Sulawesi Selatan: 205 ribu tabung (fakultatif) dan 135 ribu tabung (extra dropping).
- Sulawesi Tenggara: 51 ribu tabung (fakultatif) dan 22 ribu tabung (extra dropping).
- Sulawesi Tengah: 31 ribu tabung (fakultatif) dan 43 ribu tabung (extra dropping).
- Sulawesi Utara: 65 ribu tabung (fakultatif) dan 24 ribu tabung (extra dropping).
- Gorontalo: 26 ribu tabung (fakultatif) dan 14 ribu tabung (extra dropping).
- Sulawesi Barat: 26 ribu tabung (fakultatif) dan 10 ribu tabung (extra dropping).
Selain LPG subsidi, Pertamina juga memperkuat stok BBM di seluruh Fuel Terminal dan SPBU di wilayah Sulawesi.
Penyaluran BBM terus dipantau secara berkala melalui koordinasi dengan lembaga penyalur dan stakeholder terkait guna memastikan distribusi berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan bahwa penguatan stok ini merupakan langkah wajib untuk menjaga kelancaran distribusi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Pertamina terus melakukan monitoring distribusi dan penyaluran energi di seluruh wilayah Sulawesi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama momentum Hari Raya Iduladha,” ujar Lilik, Senin (25/5/2026).
“Penambahan pasokan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tren konsumsi di masing-masing daerah,” tambahnya.
Pihak Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM dan LPG sesuai dengan kebutuhan riil. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat menggunakan produk bersubsidi secara tepat sasaran agar distribusi energi tetap merata.
Bagi masyarakat yang menemukan kendala dalam distribusi maupun indikasi pelanggaran penyaluran BBM dan LPG subsidi, dapat segera melapor melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.
Editor: Redaksi








