Kendari – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan LPG 3 kg di Sulawesi Tenggara (Sultra) tetap aman meski sempat muncul keluhan warga soal kelangkaan di awal Ramadan. Perusahaan pun langsung menambah pasokan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Keluhan sulitnya mendapatkan elpiji subsidi sempat dilaporkan terjadi di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, serta beberapa wilayah di Kabupaten Bombana. Kondisi ini dipicu meningkatnya konsumsi energi rumah tangga selama Ramadan.
Sales Branch Manager Sultra IV Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Yudhistira, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kenaikan kebutuhan sejak awal Ramadan hingga Idulfitri.
Selama periode tersebut, Pertamina menyalurkan sekitar 1.848.000 tabung LPG 3 kg di Sulawesi Tenggara. Jumlah ini meningkat sekitar 8 hingga 10 persen dibandingkan Ramadan tahun lalu.
“Pada awal Ramadan yang bertepatan dengan Imlek, tambahan pasokan juga disalurkan sekitar 160 metrik ton atau setara 75 persen dari penyaluran harian,” kata Yudhistira, Selasa (17/3).
Memasuki minggu kedua dan ketiga Ramadan, kata Yudhi, tambahan pasokan kembali digelontorkan hingga 66 persen dari rata-rata harian. Sementara pada pekan terakhir Ramadan, penyaluran direncanakan meningkat hingga 200 persen untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan menjelang Idulfitri.
Pertamina bersama Hiswana Migas terus memantau distribusi di lapangan agar penyaluran berjalan lancar hingga ke tingkat agen dan pangkalan.
Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tenggara, Windidia Novita, memastikan stok LPG di wilayah tersebut dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap membeli sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan harga tinggi yang kerap dikeluhkan biasanya terjadi di tingkat pengecer yang bukan bagian dari distribusi resmi Pertamina.
Distribusi resmi LPG 3 kg, kata dia, hanya sampai agen dan pangkalan. Jika ditemukan pelanggaran harga di atas HET oleh agen atau pangkalan, Pertamina akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan penyaluran LPG subsidi tepat sasaran. Masyarakat mampu diimbau beralih ke LPG non-subsidi seperti Bright Gas agar jatah elpiji 3 kg tetap tersedia bagi warga yang membutuhkan.
Melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina memastikan pemantauan distribusi terus dilakukan dan siap mengambil langkah cepat guna menjaga pasokan tetap stabil hingga Lebaran.
Editor: Muh Fajar








